Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Serunya Siswa Sekolah Inovatif Jagir Eksplorasi Sejarah Uang di Museum De Javasche Bank

Iklan Landscape Smamda
Serunya Siswa Sekolah Inovatif Jagir Eksplorasi Sejarah Uang di Museum De Javasche Bank
Serunya Siswa Sekolah Inovatif Jagir Eksplorasi Sejarah Uang di Museum De Javasche Bank. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana pagi di Sekolah Inovatif Jagir tampak berbeda dari biasanya. Para siswa kelas 2 Al-Jazari dan 2 Al-Farabi berkumpul dengan ransel kecil di punggung dan wajah ceria penuh rasa ingin tahu.

Hari itu, mereka tidak belajar di ruang kelas seperti biasa, melainkan mengikuti Kelas Ekspedisi Sejarah di Museum De Javasche Bank, Surabaya.

Sebelum berangkat, anak-anak mendapat pengarahan dari wali kelas masing-masing, Normaningsih, S.Pd., dan Agustin Padhu Rahmawati, S.Pd. Perjalanan menuju kawasan Kota Lama Surabaya pun diwarnai canda dan tawa. “Anak-anak begitu antusias.

Mereka tak sabar ingin melihat langsung seperti apa bentuk uang kuno yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita,” ujar Agustin sambil tersenyum.

Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan sosialisasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur. Kak Yudha, selaku narasumber, memperkenalkan program edukatif Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP).

Ia mengajarkan cara merawat uang dengan benar: tidak dilipat, tidak dibasahi, tidak dicoret, tidak diremas, dan tidak distapler. Anak-anak pun menyimak dengan penuh perhatian, bahkan beberapa tampak mencatat dengan serius.

Setelah sesi edukasi, petualangan berlanjut dengan museum tour bersama Kak Yesi, pemandu Museum De Javasche Bank. Anak-anak diajak menyusuri ruang-ruang bersejarah yang menyimpan berbagai koleksi uang kertas dan logam dari masa ke masa; mulai dari era Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa awal Republik Indonesia.

Display koleksi tertata rapi berdasarkan periode waktu, menampilkan perubahan desain, ukuran, hingga fitur keamanan uang dari masa ke masa. Di balik kaca etalase, anak-anak melihat uang kuno lengkap dengan keterangan bahan dan tahun terbitnya. Tak hanya itu, mereka juga menyaksikan aneka mesin penghitung uang, mesin penghancur, hingga simulasi proses pemusnahan uang tak layak edar.

Salah satu siswi, Hafsah dari kelas 2 Al-Jazari, mengaku sangat terkesan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

 “Aku senang banget bisa lihat uang kuno dan brankasnya yang besar! Ternyata dulu alat hitungnya belum secanggih sekarang. Aku jadi tahu kalau bank itu penting buat menyimpan uang dan membantu orang. Aku pengin ke sini lagi sama keluarga,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Muhammad Aflah Pamungkas dari kelas 2 Al-Farabi berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan lebih sering.

“Biar kami bisa belajar sejarah langsung di tempatnya. Kalau bisa, nanti ke museum lain atau ke luar kota juga,” katanya antusias.

Bagi para guru pendamping, kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan edukatif, melainkan pengalaman belajar yang kaya makna.

“Museum De Javasche Bank ini luar biasa menarik. Koleksinya lengkap dan tersusun rapi, penjelasannya pun mudah dipahami anak-anak. Saya senang karena mereka bisa belajar sejarah ekonomi secara langsung, bukan hanya dari buku,” tutur Agustin Padhu Rahmawati.

Melalui Kelas Ekspedisi Sejarah ini, Sekolah Inovatif Jagir berhasil menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mengenal uang sebagai alat tukar, tetapi juga memahami perjalanan panjang ekonomi bangsa, sebuah warisan sejarah yang perlu dijaga dan dihargai. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu