PWMU.CO – Suasana religius dan khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat perdana di tahun ajaran 2025/2026 yang digelar di Masjid SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (SD Mupat) pada Jumat (1/8/2025). Para siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul dengan semangat baru untuk menata hati dan niat, menyambut pembelajaran yang penuh keberkahan.
Bertindak sebagai khatib dalam Shalat Jumat tersebut adalah Wakil Kepala Sekolah sekaligus Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahmad Afwan Yazid MPd.
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan tema yang relevan dengan kehidupan spiritual para siswa, yaitu “Adab ke Masjid untuk Shalat Jumat.”
“Masjid adalah rumah Allah. Kita harus datang dengan hati yang bersih, pakaian yang rapi, dan niat yang tulus untuk beribadah,” ujar Ahmad Afwan dalam khutbahnya.
Ahmad Afwan mengingatkan seluruh jamaah, khususnya para siswa, untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki masjid dengan banyak berdzikir dan berdoa, serta menghindari berbicara dan bercanda yang berlebihan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan dalam shalat, agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi mampu mendidik jiwa dan hati.
“Anak-anak harus belajar menyambut panggilan Allah dengan penuh hormat. Shalat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan momen untuk mendekatkan diri kepada-Nya,” imbuhnya.
Kegiatan Shalat Jumat di SD Mupat ini merupakan agenda rutin, namun momentum Jumat perdana di tahun ajaran ini menjadi pengingat akan pentingnya menanamkan adab dan kecintaan terhadap ibadah sejak dini. Para guru turut mendampingi siswa dari awal hingga akhir, menciptakan suasana yang tertib, khidmat, dan sarat pembelajaran.
Kegiatan ini juga menjadi momen pembelajaran langsung bagi siswa untuk melatih kedisiplinan dan tata krama dalam ibadah berjamaah. Hal ini merupakan bagian dari pembiasaan karakter Islami yang menjadi ruh dalam proses pendidikan di SD Mupat.
Antusiasme siswa pun tampak tinggi. Banyak di antara mereka yang datang lebih awal dan duduk rapi menanti khutbah dimulai. Beberapa siswa bahkan terlihat mencatat poin-poin penting dari isi khutbah sebagai bagian dari refleksi pribadi.
Semangat ini diharapkan terus terjaga sepanjang tahun ajaran, agar Shalat Jumat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana pendidikan rohani yang berkelanjutan.
Dengan kegiatan seperti ini, SD Mupat terus berkomitmen menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan spiritualitas Islam yang kuat dalam keseharian peserta didik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments