
PWMU.CO – Dalam rangka menyambut Iduladha 1446 H, rapat terpadu digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, di Masjid An-Nur Jalan Simpang Lima Sengkan, Sendangagung, Jumat (30/5/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB atau usai shalat Jumat ini membahas persiapan kegiatan tahunan menyambut Iduladha, baik terkait pelaksanaan shalat Id maupun teknis dan waktu penyembelihan hewan kurban.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua PRM Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos), Sekar Gondo SPdI dan didampingi Ketua PRPM, Farih Hamdan SPdI ini dihadiri 9 unsur PRM, 9 unsur PRPM, dan 5 perwakilan Takmir Masjid An-Nur.
Terkait teknis shalat Iduladha 1446 H, PRM dan PRPM Sendangagung menyepakati dua keputusan ini. Shalat Iduladha di Lapangan Kopen dengan imam dan khatib KH Kusen MA PhD Wakil Ketua LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau lebih dikenal sebagai Kiai Cepu.
Jika terkendala hujan dan Kopen menjadi becek, shalat Id diputuskan akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung bersama santri dengan pertimbangan, kampus pondok memiliki tempat luas yang memadai untuk ribuan jamaah dan tanah telah dipadatkan dengan paving.
“Alasan dipilihnya ponpes sebagai tempat alternatif pelaksanaan shalat Iduladha tahun ini, karena kalau tempat shalat bergeser ke SMPM 12, maka tempatnya tidak cukup. Dan kalau jadi satu di pondok, jamaah akan lebih tampak kompak dan jumlahnya bisa mencapai ribuan,” jelas ayah tiga anak ini.
“Untuk kegiatan penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan di Masjid An-Nur pada hari Sabtu atau 11 Dzulhijjah. Pasalnya, hari raya jatuh pada hari Jumat, dikhawatirkan waktu dan tempatnya terbatas karena adanya kegiatan Jumatan,” tambah alumnus MA Al-Ishlah 1992 ini.
“Panitia terpadu terdiri dari PRM, PRPM, dan Takmir Masjid An-Nur Sendangagung. Adapun terkait hasil keputusan, semoga bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak ada komando dan keputusan di luar rapat tanpa sepengetahuan panitia,” pungkasnya.
Rapat terpadu ini berjalan lancar, meskipun sempat terjadi perdebatan sengit terkait waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban—semula rencananya disembelih pada Jumat, tetapi terbentur Jumatan. Akhirnya, diputuskan hari Sabtu sebagai hari penyembelihan kurban di Masjid An-Nur. Semoga lancar dan diridai Allah SWT. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments