Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sidak Dadakan! Damkar Surabaya Periksa Kelengkapan Apar SD Musix

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Tiga petugas Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya sidak Apar di SD Musix (Basirun/PWMU.CO)

PWMU.COAda yang mengejutkan pada Senin (19/5/2025) lalu. Pasalnya, penyuluh pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Kota Surabaya secara mendadak mendatangi SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya.

Dengan berseragam dinas harian lengkap, tiga petugas Pemadam Kebakaran mengagetkan warga sekolah, terutama yang berada di ruang Tata Usaha.

“Monggo, Bapak, ada yang bisa saya bantu?” sambut Warno Widmagheni SSy admin sekolah sambil mempersilakan duduk.

Setelah duduk, mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangannya. “Kami bertiga mendapatkan tugas dari pimpinan Dinas Damkar untuk sidak Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dimiliki sekolah ini,” jelas Sujarwanto.

Selanjutnya, petugas dinas yang berkantor di Jalan Pasar Turi nomor 21, Bubutan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, ini menjelaskan bahwa mereka ingin memastikan APAR dalam keadaan aman.

Tanpa pikir panjang, Warno mempersilakan mereka untuk memeriksa semua APAR yang ada. Kebetulan, APAR yang dimiliki SD Musix berada di setiap lantai. Satu per satu alat diperiksa. Hasilnya, semua sudah kedaluwarsa.

Agung Gunawan, petugas penyuluh, meminta agar alat tersebut diperiksa karena menurutnya sudah kedaluwarsa dan harus segera diganti isinya. Ia menambahkan bahwa alat tersebut tampaknya perlu segera diisi ulang, sebab isinya berpotensi menggumpal dan mengeras, yang nantinya akan menyulitkan proses pembaruan isi.

Admin SD Musix menanyakan isi dari alat tersebut karena merasa penasaran. Petugas kemudian menjelaskan bahwa di dalamnya terdapat serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari mono-amonium dan ammonium sulphate

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Selain itu, bisa dilihat dari jarum yang ada pada kepala APAR. Jarum harus menunjuk warna hijau dan tuas atau hendel sekalipun kita tekan kuat-kuat tidak akan mengeluarkan busa,” tambahnya.

Setelah mengetahui kondisi APAR yang semuanya telah kedaluwarsa dan bahkan ada yang kosong, maka semua APAR dibawa turun untuk diisi ulang.

Piter Huliselan menanyakan alasan mengapa sudah ada APAR yang kosong dan seberapa banyak yang telah digunakan. Warno kemudian menjelaskan bahwa alat tersebut sebelumnya pernah dipakai untuk memadamkan gardu listrik yang terbakar beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Sujarwanto menyampaikan bahwa semua alat akan dibawa untuk diisi ulang dan petugas akan mengantarkannya kembali paling lambat satu minggu kemudian. Setelah itu, ia berpamitan.

Penulis Basirun Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu