Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Silatnas VI Asosiasi Sekolah Kreatif Indonesia: Meneguhkan Karakter, Kreativitas, dan Arah Baru Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Silatnas VI Asosiasi Sekolah Kreatif Indonesia: Meneguhkan Karakter, Kreativitas, dan Arah Baru Pendidikan
Maulana Muhammad Ketua Asosiasi Sekolah Kreatif Indonesia sambutan di acara Silaturrahim Nasional ke-VI Sekolah Kreatif Indonesia di SD Muh Kota Madiun. (Ahmad Mahmudi/PWMU)
pwmu.co -

Silaturrahim Nasional (Silatnas) ke-VI Asosiasi Sekolah Kreatif Indonesia resmi dibuka dengan penuh semangat pada Sabtu–Senin (24–26/1/2026) di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Kota Madiun (Muhtadin), Jl. Raya Ponorogo–Madiun No. 3, Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Kegiatan nasional ini mengusung tema “Character, Creative, Progress for Better Education” sebagai bentuk ikhtiar kolektif dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis kreativitas dan karakter.

Pembukaan Silatnas VI pada Sabtu malam (24/1/2026) pukul 19.30 WIB berlangsung hangat dan sarat makna. Acara diawali dengan peluncuran antologi cerpen karya kolaboratif para guru dan shadow teacher dari berbagai daerah, disusul dengan launching beberapa buku modul ajar karya Sekolah Kreatif Bontang.

Peluncuran ini mendapat tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas produktivitas dan kontribusi para pendidik dalam memperkaya literasi pendidikan nasional.

Jaringan Sekolah Kreatif

Ketua Asosiasi Sekolah Kreatif Indonesia, Maulana Muhammad, ST., S.Pd.Gr., membuka acara dengan mengabsen seluruh peserta yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Sorak sorai menyambut setiap nama daerah yang disebut, menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Sebanyak 150 peserta dari 30 Sekolah Kreatif yang tersebar di berbagai daerah—mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA—menghadiri Silatnas VI dan semakin memperkuat jaringan Sekolah Kreatif se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan kabar menggembirakan terkait apresiasi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., terhadap keberadaan Sekolah Kreatif Indonesia.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa model pendidikan kreatif yang dikembangkan selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembaruan pendidikan nasional.

“Sekolah Kreatif Indonesia hadir sebagai warna dan alternatif dalam menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, berkarakter, dan relevan dengan zaman,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah menjadi energi baru bagi jaringan Sekolah Kreatif untuk terus bergerak progresif dan berdampak luas.

Silatnas VI tidak hanya menjadi ajang temu nasional, tetapi juga ruang refleksi, kolaborasi, dan konsolidasi gagasan. Melalui diskusi, berbagi praktik baik, dan penguatan jejaring, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan strategi konkret untuk mewujudkan pendidikan yang lebih humanis, kreatif, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun sejak hari pertama, Silatnas VI Sekolah Kreatif Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi masa depan pendidikan bangsa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu