Masjid Taqwa Spemdalas menjadi saksi lahirnya empati dan kepedulian generasi muda. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Spemdalas sukses menggelar aksi penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatra dengan tajuk “Sumatra Memanggil Kita.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 dan 9 dengan penuh antusias pada Selasa (16/12/2025).
Tepat pukul 06.50 WIB, siswa-siswi berduyun-duyun meninggalkan ruang kelas menuju Masjid Taqwa. Dengan tertib mereka mengisi shaf laki-laki dan perempuan. Suasana khidmat terasa saat Ustadz M. Haris, S.Pd. memimpin doa pagi dan murojaah Surat Al-Muzammil. Hening, khusyuk, dan penuh harap—seolah doa-doa itu ikut mengalir menuju Sumatra yang sedang terluka.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Minal Abidin, S.Pd., M.HES, Branch Manajer Lazismu Kabupaten Gresik, yang menjadi narasumber utama. Mengusung tema yang sama, “Sumatra Memanggil Kita,” Ustadz Abidin membuka dengan sebuah pertanyaan sederhana namun menggetarkan, “Ada yang tahu, ada apa dengan Sumatra?” Serempak suara siswa menjawab, “Banjir, Pak! Longsor, Pak!”
Untuk memperkuat pemahaman, Ustadz Abidin menayangkan liputan terbaru dari Metro TV dan SCTV per (15/12/2025). Tayangan tersebut memperlihatkan kondisi nyata para korban bencana: rumah rusak, akses terputus, dan kehidupan yang terhenti sementara. Beberapa siswa tampak terdiam, sebagian lainnya menunduk, larut dalam rasa iba.
Sebuah slide bergambar anak dengan ekspresi kebingungan kemudian ditampilkan, disertai pertanyaan reflektif, “Kami bisa apa? Apa yang bisa kami lakukan?” Ustadz Abidin pun menghampiri beberapa siswa untuk mendengar jawaban mereka. M. Alif, siswa kelas 8A, dengan mantap menjawab, “Kita doakan dan kita sisihkan uang kita untuk membantu korban banjir, Ustadz.” Jawaban tulus itu pun mendapat apresiasi dari narasumber.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abidin menyampaikan empat langkah yang bisa dilakukan untuk merespons bencana Sumatra: berempati, ikut merasakan penderitaan korban, mendoakan, dan melakukan ta’awun melalui donasi. Ia juga menjelaskan peran Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana melalui gerakan One Muhammadiyah One Response, yang melibatkan MDMC, Lazismu, Ortom, dan Amal Usaha Muhammadiyah.
MDMC berperan mengoordinasikan penanggulangan bencana dari tahap mitigasi hingga rehabilitasi, Lazismu mengelola dana ZISKA dan donasi menjadi solusi nyata, sementara Ortom dan AUM turut membantu penghimpunan dana dari masyarakat.

Rasa empati juga datang dari Muhammad Rafif Athaillah Rahmanda (kelas 9 Egypt). “Sedih rasanya melihat kondisi di Pulau Sumatra yang sangat memprihatinkan,” tuturnya. Ia mendoakan agar Sumatra segera pulih dan kebutuhan para pengungsi tercukupi. Rafif bersyukur masih dapat belajar dengan tenang di Spemdalas dan bertekad untuk semakin giat belajar. Hari itu, ia telah menyiapkan donasi dari hasil menyisihkan uang jajannya.
Aksi penggalangan donasi ini turut dibantu oleh sembilan anggota IPM Spemdalas yang dengan sigap mengumpulkan donasi dari siswa. Mereka adalah Ipmawan Arcello Rakha (8F), Gerardo Rezfan Naufal Sutiarno(8I), Ahmad Rafa Al Baihaqi (9F), Fulki Asyam Tsaqif (8F), M. Yofi Anugrah Pratama (9E), serta IPMawati Puri Sakinah (8B), Anggieta Ayuningtias (8D), Dini Izzatun Nafsi (8D), dan Alisha Gadiza (8F). Alhamdulillah setelah dihitung donasi yang terkumpul sebesar Rp 17.515.000,-.
Usai berdonasi, Nadhifa Atiqah Yumna, siswi kelas 8 Helium, menyampaikan alasannya dengan suara lirih, “Saya merasa masyarakat Sumatra lebih membutuhkan.” Ia pun menutup dengan doa, “Semoga Sumatra segera membaik, para pengungsi diberi kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian.”
Dari IPM Spemdalas, kepedulian itu tumbuh. Hari itu, siswa tidak hanya belajar di bangku kelas, tetapi juga belajar menjadi manusia—yang peka, peduli, dan siap menjawab panggilan kemanusiaan: Sumatra Memanggil Kita.






0 Tanggapan
Empty Comments