Dalam rangkaian agenda Pekan Dakwah, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran menggelar Kajian Immawati pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang bertempat di Masjid Al-ikhlas Desa Mentaras ini menjadi ruang silaturahmi hangat antara kader muda dan para tokoh senior perempuan Muhammadiyah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Mentaras dan Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Mentaras, menciptakan perpaduan semangat dari berbagai lintas generasi.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum PK IMM STAIM Paciran, Masitho Rahmania. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa agenda ini merupakan upaya menjaga napas perjuangan perempuan di persyarikatan.
“Kajian ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum silaturahmi lintas generasi—dari Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, hingga IMMawati. Inilah estafet perjuangan perempuan Muhammadiyah untuk terus bertumbuh, menambah wawasan, dan mempertebal semangat dalam menjalani kemuliaan Ramadhan,” ujar Masyitho.
Senada dengan hal tersebut, mewakili PRA Mentaras, Ibunda Fitriyah, S.Pd., menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Beliau mengapresiasi kolaborasi yang terjalin meski dalam suasana yang sederhana.
”Terima kasih atas kolaborasi hangat dari adik-adik IMM STAIM Paciran. Mohon maklum atas segala keterbatasan kami, namun kami percaya bahwa kehadiran yang sedikit ini tidak mengurangi luasnya ilmu dan manfaat yang bisa kita bagi bersama,” tutur Ibunda Fitriyah dengan penuh ketulusan.
Yunda Intan Dina Fitri, M.Pd. hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Peran Kader Perempuan Muhammadiyah dalam Mengisi Ramadan”.
Beliau membedah bagaimana peran perempuan seringkali menjadi sentral di bulan suci, namun tetap harus memprioritaskan pertumbuhan spiritual pribadi.
Dalam materinya, Yunda Intan menyampaikan pesan yang mendalam bagi seluruh hadirin,
”Ramadan bagi perempuan bukan tentang menjadi sempurna dalam segala urusan, melainkan tentang bertumbuh dalam ketakwaan. Karena saat seorang perempuan kuat secara spiritual, ia menjadi tiang peradaban yang menguatkan rumah, keluarga, dan masyarakat.”
Kajian ini ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama, menandai kesiapan para kader perempuan di Mentaras untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat baru.
Melalui Pekan Dakwah ini, PK IMM STAIM Paciran berharap dapat terus menebar manfaat nyata di tengah masyarakat.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments