Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sinergitas Pandu Hizbul Wathan dan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Iklan Landscape Smamda
Sinergitas Pandu Hizbul Wathan dan Satuan Pendidikan Aman Bencana
pwmu.co -
Fathurrahim Syuhadi

PWMU.CO Pentingnya sinergitas Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mengingat Indonesia adalah negeri yang dianugerahi keindahan alam sekaligus dihadapkan pada risiko bencana yang tinggi.

Mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, hingga kebakaran hutan dan bencana non-alam seperti pandemi, semuanya mengintai kehidupan masyarakat.

Dalam konteks ini, satuan pendidikan memiliki tanggung jawab penting sebagai ruang aman dan tangguh menghadapi situasi darurat. Maka lahirlah program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai wujud nyata kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Namun, SPAB tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan elemen-elemen lain yang punya semangat pengabdian dan keberanian, salah satunya adalah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW).

Sebagai gerakan kepanduan yang lahir dari rahim Muhammadiyah dan memiliki karakter tangguh, disiplin, dan cinta lingkungan, Pandu HW sangat potensial menjadi mitra strategis dalam implementasi SPAB.

Mengapa SPAB Penting?

Satuan Pendidikan Aman Bencana adalah program nasional yang bertujuan membangun kesiapsiagaan warga sekolah terhadap risiko bencana. SPAB meliputi tiga pilar utama:

  1. Fasilitas fisik sekolah yang aman.
  2. Manajemen risiko bencana di sekolah.
  3. Pendidikan pengurangan risiko bencana.

Dengan SPAB, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat edukasi kebencanaan, perlindungan, dan penyelamatan ketika bencana terjadi. SPAB melatih siswa, guru, dan tenaga kependidikan agar mampu menyelamatkan diri dan orang lain dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Gerakan Hizbul Wathan sejak awal memiliki spirit kedisiplinan, kepemimpinan, serta cinta tanah air dan kemanusiaan. Pandu HW dibina agar memiliki ketangkasan fisik, kecakapan hidup, serta jiwa gotong royong dan tolong-menolong. Nilai-nilai ini sangat beririsan dengan semangat SPAB.

Pandu HW bisa mengambil peran strategis sebagai:
• Tim tanggap darurat di sekolah, yang terlatih dalam simulasi evakuasi dan pertolongan pertama.
• Pelatih sebaya (peer educator) dalam menyosialisasikan mitigasi bencana kepada teman-temannya.
• Relawan muda yang siap diterjunkan untuk membantu masyarakat saat bencana terjadi di lingkungan sekitar sekolah.

Kecakapan Pandu HW seperti baris-berbaris, survival, navigasi darat, penggunaan alat komunikasi lapangan, serta keterampilan medis dasar, menjadikan mereka sangat siap untuk dilibatkan dalam program SPAB secara langsung.

Langkah Strategis dan Praktis

Agar sinergitas antara Pandu Hizbul Wathan dan SPAB dapat berjalan optimal, diperlukan sejumlah langkah konkret:
• Integrasi kurikulum HW dan SPAB, terutama pada materi kecakapan hidup, pertolongan pertama, mitigasi bencana, dan kepemimpinan dalam situasi darurat.
• Latihan gabungan dan simulasi berkala, antara regu Pandu HW dan tim SPAB sekolah, sehingga mereka terbiasa bekerja sama dalam skenario bencana.
• Pelatihan dan sertifikasi bersama oleh BPBD, MDMC, atau lembaga kebencanaan lainnya yang sudah bekerja sama dengan Muhammadiyah.
• Pembentukan Tim Tanggap Bencana Pandu HW di sekolah-sekolah, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, sebagai ujung tombak kesiapsiagaan.
• Pemberdayaan alumni HW yang sudah dewasa untuk menjadi fasilitator SPAB dan pelatih mitigasi bencana di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Dengan langkah-langkah ini, pembinaan karakter dan kecakapan hidup dalam HW akan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan, terutama dalam menghadapi risiko bencana.

Keterlibatan Pandu HW dalam SPAB tidak hanya memperkuat sistem tanggap darurat di sekolah, tetapi juga menumbuhkan budaya tanggap dan peduli di kalangan siswa.

Mereka belajar tidak panik, bertindak cepat, membantu sesama, dan menjaga keselamatan bersama. Sikap-sikap ini merupakan pilar penting dalam membangun generasi muda yang resilien dan berjiwa sosial tinggi.

Di sisi lain, keterlibatan aktif dalam SPAB juga membuat Pandu HW merasa memiliki peran penting dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam latihan di lapangan. Hal ini memperkuat jati diri mereka sebagai kader pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan zaman.

Spirit kepanduan adalah pengabdian. Maka SPAB adalah medan pengabdian nyata bagi Pandu Hizbul Wathan. Bencana bisa datang kapan saja, dan siapa pun bisa menjadi korban.

Namun, ketika siswa-siswa Muhammadiyah yang tergabung dalam Pandu HW sudah siap secara fisik, mental, dan spiritual, maka mereka bisa menjadi pelindung, pelayan, dan pemimpin di saat krisis.

Saatnya SPAB dan HW tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersinergi membangun satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan manusiawi.

Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu