Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sisa Umur dalam Islam: Renungan dan Kematian

Iklan Landscape Smamda
Sisa Umur dalam Islam: Renungan dan Kematian
Jangan Tertipu Usia Muda, Kematian Bisa Datang Kapan Saja
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Malang

Manusia yang di masa muda berbadan tegap, pada akhirnya akan mengalami penuaan. Kulit yang dahulu kencang akan mengeriput, rambut hitam perlahan memutih, dan kekuatan fisik berangsur melemah. Bahkan mereka yang pernah berada di puncak kejayaan pun tidak luput dari penurunan penglihatan dan pendengaran.

Begitulah sunnatullah. Siapa pun yang diberi umur panjang oleh Allah Ta’ala, pasti akan menua, sekuat apa pun masa mudanya dahulu.

Sudah berapa usia kita hari ini? Jika telah mencapai 60 tahun atau lebih, maka kita termasuk dalam golongan yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ:

أعمارُ أمَّتي ما بينَ الستينَ إلى السبعينَ وأقلُّهم مَنْ يجوزُ ذلِكَ

“Umur umatku itu antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit orang yang melewati umur tersebut.”
(HR. At-Tirmidzi no. 3550, Ibnu Majah no. 4236)

Hadits ini mengingatkan bahwa batas usia manusia pada umumnya tidak panjang. Maka ketika usia telah mencapai angka tersebut, seharusnya seseorang semakin banyak mengingat kematian yang bisa datang kapan saja tanpa diundang.

Jika usia telah mencapai 40 tahun, maka kita termasuk dalam kelompok yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Menurut Ibn Kathir, usia 40 tahun merupakan fase kematangan akal dan pemahaman. Pada usia ini, seseorang seharusnya memperbarui tobat dan bertekad meninggalkan kesalahan di masa lalu.

Ketika uban mulai muncul, itu bukan sekadar tanda penuaan, tetapi juga peringatan dari Allah Ta’ala:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةً ۗيَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ

“Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah…” (QS. Ar-Rum: 54)

Allah Ta’ala juga berfirman:

اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

“Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu…” (QS. Fathir: 37)

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurut para ulama tafsir, termasuk Ibn Kathir, yang dimaksud “pemberi peringatan” dalam ayat ini salah satunya adalah uban.

Sering kali manusia merasa masih muda, sehingga mengira waktu masih panjang. Padahal, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan tiba.

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok…” (QS. Luqman: 34)

Usia bukan jaminan panjangnya kehidupan. Yang muda bisa wafat lebih dahulu, sementara yang tua masih diberi kesempatan hidup.

Jika kita mau jujur, nasihat tentang kematian sudah sering kita dengar. Ajakan untuk beramal pun terus datang. Tinggal bagaimana kita memilih: mengisi sisa umur dengan kebaikan atau justru larut dalam kesenangan dunia.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Dalam tafsirnya, Ibn Kathir menjelaskan bahwa seseorang akan wafat sesuai dengan kebiasaannya. Siapa yang hidup dalam kebaikan, insyaAllah akan meninggal dalam kebaikan. Dan siapa yang wafat dalam suatu keadaan, ia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut.

Sisa umur adalah misteri. Tidak ada yang tahu kapan ia berakhir. Yang pasti, waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali.

Maka, yang terpenting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita mengisinya.

Karena pada akhirnya, bukan usia yang menentukan kemuliaan seseorang—melainkan amal yang ia tinggalkan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡