Dua siswa inklusi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Surabaya berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi
Mereka berhasil meraih juara dalam ajang kreasi dan apresiasi peserta didik penyandang disabilitas yang berlangsung dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025, Sabtu (6/12/2025).
Acara yang diadakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya ini berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang beralamat di Jalan Jagir. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta didik dari 69 SD program pendidikan inklusif di Kota Surabaya.
Bertajuk Kemandirian dan Keunggulan Penyandang Disabilitas, lomba ajang kreasi dan apresiasi ini mencakup delapan bidang lomba. Mulai dari lomba lari, lomba bina diri, lomba menyanyi, lomba menggambar, lomba estafet motorik, lomba Senam Anak Indonesia Hebat, lomba tari kreasi, dan MHQ.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada peserta didik penyandang disabilitas, sekaligus menjadi ruang kreasi, motivasi, berkompetisi, serta kepedulian bersama untuk mewujudkan Kota Surabaya yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Dalam ajang ini, dua siswa SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya berhasil meraih juara. Dua siswa tersebut adalah Adrian Aji Al-Khalifi, siswa kelas V, yang meraih Juara III pada Lomba Menyanyi.
Selain itu, Firayza Alzam Muhammad Arif, siswa kelas V, juga meraih Juara III pada Lomba MHQ (Musabaqah Hifzil Quran). Keduanya merupakan anak-anak spesial dengan kategori Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan slow learner (anak lambat dalam belajar).
Prestasi tersebut disambut dengan rasa bangga oleh keluarga besar SD Kreatif Muhammadiyah 16, termasuk Ida Afifah S.Pd Koordinator Bimbingan Konseling dan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
Ustazah Afi, sapaan akrabnya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Disdik Kota Surabaya atas kesempatan yang diberikan untuk ikut berpartisipasi dalam acara memperingati Hari Disabilitas Internasional.
“Terima kasih sudah memberi ruang bagi siswa-siswi spesial untuk berekspresi dan berkreasi,” ucapnya.
Ia merasa bersyukur atas pencapaian kedua siswa inklusi SD Kreatif Muhammadiyah 16 ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan Adrian dan Firayza. Mereka telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi. Dengan kesabaran, latihan yang konsisten, dan keberanian tampil, mereka mampu membuktikan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.
Prestasi ini, lanjut dia, menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, strategi pembelajaran yang sesuai, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga, setiap anak memiliki kesempatan yang sama.
“Yakni kesempatan untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi guru-guru dan seluruh siswa inklusi lainnya untuk terus berusaha dan percaya pada potensi diri.
“Kami di Sekolah Kreatif SDM 16 selalu berusaha memberikan layanan inklusi yang humanis, suportif, dan memberdayakan,” tuturnya.
Ia berharap para siswa spesial terus semangat belajar dan mengikuti berbagai kegiatan.
“Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi teman-teman lain, bahwa semua anak itu unik dan hebat dengan caranya masing-masing. Semoga ke depannya Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 dapat terus memfasilitasi anak-anak spesial dalam mengekspresikan potensinya,” tandasnya.
Adrian Aji Al-Khalifi, siswa kelas V yang meraih Juara III pada Lomba Menyanyi, merasa senang atas pencapaiannya.
“Aku terharu campur senang dapat juara padahal aku tidak menyangka bisa dapat juara itu. Waktu lomba aku menyanyikan lagu Laskar Pelangi. Aku latihan sekitar satu bulan sebelum lomba,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Adrian, Firayza Alzam Muhammad Arif juga merasa senang saat mendapat Juara III MHQ.
“Aku senang bisa dapat piala. Waktu lomba aku baca Surat Al Ma’un, Al Falaq dan surat pendek lainnya,” ungkapnya.





0 Tanggapan
Empty Comments