
Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Mimsapa saat mengikuti Manasik Haji Anak pada Rabu (04/06/2025). (Nur’Aini Yusminar M/PWMU.CO).
PWMU.CO – Rabu (4/6/2025) merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri. Kegiatan Manasik Haji Anak yang sempat ditiadakan karena pandemi COVID-19 kembali terlaksana pada 2025 ini.
Siswa Mimsapa yang merupakan peserta Manasik Haji Anak Mimsapa pun menyambut acara dengan sangat antusias, termasuk siswa istimewa.
Para siswa istimewa Mimsapa yang masing-masing memiliki kondisi fisik atau mental yang berbeda dengan siswa lainnya juga semangat mengikuti kegiatan.
PDBK Mimsapa
Mereka yang dalam keseharian disebut sebagai Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) merupakan bagian dari siswa Mimsapa Program Inklusi. Mimsapa sejak lima tahun terakhir menerima siswa dengan berbagai kondisi dan latar belakang, termasuk siswa penyandang disabilitas.
Tak kalah dengan siswa lainnya, PDBK juga mengikuti rangakaian kegiatan Manasik Haji Anak ini dengan gembira.
Sejumlah 27 PDBK didampingi oleh 14 Guru Pendidik khusus (GPK) secara tertib mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari acara pembukaan hingga thawaf wada’ yang merupakan bagian akhir dari rangkaian manasik haji anak.
Tidak kalah seru, rombongan Manasik Haji Anak siswa PDBK mendapatkan nama asal negara Yordania. Pengalaman ini adalah pengalaman tak terlupakan bagi mereka yang baru pertama kali ini melakukan Manasik Haji.
Meskipun panas terik yang menyengat dan rasa capek yang tidak bisa dihindari, mereka tetap dengan antusias dan semangat mengikuti seluruh rangkaian Manasik Haji Anak.
Para siswa istimewa ini tak pernah luput dari pendampingan dan pengawasan GPK. Sebagian siswa bisa berjalan secara mandiri, sementara sebagian yang lain perlu digandeng tangannya agar fokus dengan rute perjalanan manasik.
Selain itu, ada juga siswa yang memiliki hambatan fisik sehingga harus didorong menggunakan kursi roda.
Inklusi Tak Halangi Kesempatan Belajar
Kepala Mimsapa Eri Nurokhim SP SPd MKes sekaligus pembuat kebijakan Mimsapa sebagai madrasah inklusi menerangkan bahwa semua kegiatan di Mimsapa pada dasarnya bisa diikuti oleh PDBK.
Namun, tetap dengan menyesuaikan kondisi dan hambatan yang dimiliki masing-masing siswa.
“Seperti dalam rangkaian kegiatan manasik haji anak ini, untuk tahapan melempar jumrah, para PDBK ditempatkan secara khusus karena kondisi medan sulit mereka jangkau” ujarnya.
Orang tua juga sangat mendukung kegiatan Manasik Haji Anak ini. Hal ini dapat terlihat dari persiapan peralatan yang mereka bawa. Beberapa siswa yang kesehariannya tidak tahan panas dan bisa menyebabkan tantrum sudah dibawakan kipas angin portable.
“Mendampingi anak-anak istimewa butuh kesabaran ekstra. Termasuk juga melayani mereka yang butuh ke kamar mandi. Tapi melihat mereka senang dan bisa dikondisikan, para GPK juga merasa senang” tutur koordinator Program Inklusi, Ardhya Wira Santi SPd.
“Semoga dengan kegiatan Manasik Haji Anak ini, anak-anak di kelas Inklusi bisa semakin memahami rangkaian haji. Semakin memahami cinta kepada Allah, dan suatu saat bisa mengamalkannya” pesannya.
Penulis Nur’Aini Yusminar M, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments