Siapa sangka, tumpukan sampah bisa disulap menjadi alat musik dan media belajar yang menyenangkan. Itulah yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas 4 SD Mumtaz melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL) bertema “From Waste to Melody”, yang digelar selama sepekan, Senin–Jumat.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas seni, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami konsep Matematika, khususnya operasi hitung uang.
Dalam proyek tersebut, para siswa dengan penuh antusias menciptakan alat musik dari barang-barang bekas. Kardus diubah menjadi gitar yang cantik, kaleng biskuit disulap menjadi kendang mini, sementara piring styrofoam dihias berwarna-warni menjadi tamborin yang menarik.
Hasilnya, tercipta berbagai alat musik unik yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna tentang kepedulian lingkungan.
Puncak kegiatan PjBL ini berlangsung pada sesi pelajaran Matematika yang dipandu oleh Miss Indah Nurma Sari, S.Pd., guru Matematika kelas 4. Untuk menilai pemahaman siswa, ia merancang simulasi roleplay jual beli menggunakan alat musik hasil karya mereka.
“PjBL ini kami integrasikan dengan capaian pembelajaran Matematika, yaitu agar peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 10.000. Metode bermain peran jual beli dirasa paling tepat untuk mengaplikasikan konsep ini secara nyata,” jelas Miss Indah.
Sebelum simulasi dimulai, para siswa membuat uang-uangan dari kertas lipat yang mereka desain sendiri sesuai imajinasi. Ada yang bergambar karakter kartun favorit, boneka, robot, hingga mobil balap. Kreativitas itu menambah semarak suasana belajar sekaligus menunjukkan keunikan masing-masing anak.
Dalam sesi roleplay, setiap kelompok bergantian menjadi penjual dan pembeli. Sebagai penjual, mereka menetapkan harga untuk alat musik hasil karya mereka. Sebagai pembeli, mereka menghitung total belanja, membayar, dan menentukan uang kembalian. Proses ini melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan berhitung secara nyata.
Keceriaan tampak di wajah para siswa. Salah satunya Hafizah, siswi kelas 4A, yang mengaku senang mengikuti kegiatan ini.
“PJBL kali ini seru sekali! Saya bisa menghitung secara langsung total belanjaan dan uang kembaliannya. Jadi lebih paham dan tidak membosankan,” ujarnya antusias.
Kegiatan PjBL “From Waste to Melody” menjadi bukti bahwa pembelajaran bisa dikemas menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. SD Mumtaz berhasil menanamkan nilai kepedulian lingkungan sekaligus mengubah konsep matematika yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret dan tak terlupakan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments