Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Kelas I SD Mugeb Antusias Belajar Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad

Iklan Landscape Smamda
Siswa Kelas I SD Mugeb Antusias Belajar Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad
Siswa SD Mugeb mengikuti kegiatan Living Quran. (Novita/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana ceria dan penuh antusiasme menyelimuti Aula SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) pada Jumat pagi (20/09/25).

Seluruh siswa kelas I berkumpul untuk mengikuti kegiatan rutin Living Qur’an dengan tema “Kelahiran Nabi Muhammad SAW”.

Kegiatan ini dipandu oleh Novia Qurrati A’yunina, S.Pd., yang akrab disapa Via. Ia memulai sesi dengan mengajak para siswa bernyanyi, membangkitkan semangat mereka sebelum masuk ke materi.

Di hadapan para siswa, Via mengajukan pertanyaan sederhana, “Apa itu memperingati Maulid Nabi?,” tanyanya.

Dengan serentak dan penuh semangat, para siswa menjawab, “Peringatan kelahiran Nabi Muhammad!,”.

Via membenarkan jawaban tersebut dan melanjutkan penjelasannya. Ia menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW. lahir pada tahun yang sangat istimewa, yaitu Tahun Gajah.

“Nama ini diambil dari peristiwa besar yang terjadi di Mekkah, di mana pasukan bergajah pimpinan Abrahah dari Yaman ingin menghancurkan Ka’bah,” kata Via.

Pasukan Abrahah yang didukung oleh pasukan gajah yang kuat, bergerak menuju Mekkah. Namun, atas kehendak Allah SWT, mereka tidak berhasil mencapai tujuan mereka, tambah dia.

“Allah mengirimkan sekelompok burung Ababil yang membawa kerikil dari tanah liat yang terbakar untuk menghancurkan pasukan tersebut,” cerita dia.

Via melanjutkan, setelah peristiwa besar tersebut, lahirlah Nabi Muhammad SAW, putra dari Abdullah dan Siti Aminah.

Kisah perjalanan hidup beliau pun diceritakan dengan menarik, termasuk saat beliau menjadi yatim piatu di usia 6 tahun setelah ditinggal ibundanya, Aminah, yang wafat di Abwa, Madinah.

“Setelah ibunya meninggal, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Namun, hanya dua tahun berselang, sang kakek juga wafat. Akhirnya, Nabi Muhammad tinggal bersama pamannya Abu Tholib,” kata dia

Guru pengajar Al Islam menambahkan, sejak kecil, beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya, bahkan para penduduk Mekkah menjulukinya “Al-Amin”, yang artinya ‘orang yang dapat dipercaya’.

“Di usia 12 tahun, beliau mulai membantu pamannya berdagang dan menggembala domba. Saat dewasa, kejujuran dan kemuliaan akhlak beliau menarik perhatian seorang saudagar kaya dan terpandang dari Mekkah bernama khadijah, ” ujarnya.

Kemudian, Khadijah mempercayakan Nabi Muhammad untuk menjalankan berniaga. Tak lama setelah itu, terkesan dengan kejujuran dan di usia 25 tahun, Nabi Muhammad menikahi Khadijah.

Via juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira pada usia 40 tahun.

Di akhir sesi, pengajar kelas IV menekankan pentingnya meneladani empat sifat wajib Rasulullah:
1. Siddiq (Jujur)
2. Amanah (Dapat dipercaya)
3. Tabligh (Menyampaikan Wahyu)
4. Fatanah (Cerdas)

Ia juga berpesan kepada siswa kelas untuk bisa meneladani sikap Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu