Siswa MI Islamiyah Mojopentung mengikuti kegiatan kerajinan tangan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan hidup mereka di masa depan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan ini telah disusun dengan rapi: pekan pertama fokus pada pembuatan anyaman dari origami, sedangkan pekan kedua siswa diajak membuat anyaman berbahan rotan.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan berbagai jenis kerajinan tangan, seperti origami, menggambar, serta pembuatan karya dari bahan bekas dan rotan. Para siswa terlihat antusias dan menunjukkan minat besar dalam mencoba berbagai bentuk kerajinan.
Meski begitu, beberapa siswa mengalami kesulitan ketika mencoba membuat anyaman dan melipat origami.
“Saya tidak bisa membuat origami, saya merasa sulit untuk melipatnya,” ujar Vania Nafisah Az Zahra, siswa kelas 6.
Guru SBDP kelas 6, Ibu Nur Aini, S.Pd., segera memberikan bimbingan ketika melihat sejumlah murid mulai kesulitan.
“Jangan khawatir, anak-anak. Membuat kerajinan tangan membutuhkan kesabaran dan kreativitas. Ibu akan bantu,” ujarnya memberikan semangat.
Antusiasme Peserta
Dengan bimbingan Ain—sapaan akrabnya—siswa mulai memahami langkah-langkah membuat anyaman dan kerajinan tangan dengan lebih baik. Mereka berlatih mulai dari menggunakan tali rafia, memahami pola langkah demi langkah, hingga akhirnya mampu melipat origami dan menghasilkan karya dari bahan bekas.
“Saya bisa melakukannya! Saya sangat senang bisa membuat kerajinan tangan sendiri,” ungkap Adilla Putri Oktavia, siswa kelas 6.
Setelah beberapa jam bekerja, siswa-siswa berhasil menyelesaikan karya anyaman pertama mereka. Rasa bangga pun terlihat dari wajah mereka.
“Saya sangat senang bisa membuat kerajinan tangan sendiri. Saya merasa lebih percaya diri,” kata Naura Azwa Fahira H., siswa kelas 6.
Melihat antusiasme dan kemajuan siswa, Ain kemudian memberikan tantangan baru. Ia mengajak siswa mencoba membuat anyaman dari rotan.
“Alhamdulillah, hasil karya kalian sangat bagus. Bagaimana kalau kita lanjut dengan membuat anyaman rotan untuk tempat souvenir?” ajaknya.
Sontak siswa menyambut dengan gembira.
“Ayo cepat, Bu Ain, keluarkan rotannya. Aku ingin membuatnya!” pinta Naja Dzil Aziz sambil merengek lucu.
Tak lama kemudian, bahan rotan pun dibagikan. Dengan penuh kesabaran, ketelitian, dan semangat tinggi, para siswa menyelesaikan karya anyaman rotan mereka dalam waktu dua jam pelajaran. Ada yang membuat tempat souvenir, ada pula yang menyiapkan hadiah untuk momen spesial.
“Besok akan saya jadikan kado untuk Bapak dan Ibu Guru di Hari Guru,” ujar Kiasatina Aqilah, siswa kelas 6.
Kegiatan kerajinan tangan ini tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga menguatkan kemampuan problem-solving, ketelitian, dan kerja sama.
“Saya sangat senang melihat siswa-siswa berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” kata Ain.
MI Islamiyah berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan. Kegiatan kerajinan tangan pun direncanakan tetap menjadi program rutin sekolah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments