MTs Muhammadiyah 6 (Muhsix) Sugihan, Solokuro kembali menghadirkan pembelajaran bermakna melalui kunjungan edukatif ke Kampung Kauman, Yogyakarta, kawasan yang dikenal sebagai pusat lahirnya Muhammadiyah.
Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (27/11/2025) ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menelisik jejak perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan secara langsung. Selain itu, mereka dapat memperkuat pemahaman tentang akar gerakan Muhammadiyah yang kini berkembang luas di seluruh Indonesia.
Dalam agenda tersebut, para siswa diajak menyusuri sejumlah titik bersejarah yang menjadi saksi perjalanan awal dakwah dan pembaruan Kiai Dahlan.
Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Langgar Kidul, tempat beliau memulai gerakan modernisasi pemahaman keagamaan. Mereka juga mengunjungi rumah keluarga Kiai Dahlan yang kini difungsikan sebagai museum kecil berisi dokumen, foto, dan peninggalan berharga terkait sejarah persyarikatan.
Tidak ketinggalan, para siswa turut berkeliling kawasan Masjid Gedhe Kauman yang sejak dahulu menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Wakil Kepala Kesiswaan Muizzudin Azri, S.E., menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran terpadu, bukan sekadar wisata sejarah. Melalui pembelajaran langsung di lingkungan bersejarah, siswa diharapkan memahami nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah secara lebih komprehensif.
“Mereka tidak hanya mempelajari sejarah melalui teks, tetapi juga melihat bukti nyata yang masih terpelihara dengan baik hingga kini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pak Muiz—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa antusiasme siswa sangat tinggi selama mengikuti kegiatan ini. Banyak di antara mereka baru memahami secara mendalam bagaimana perjuangan Kiai Ahmad Dahlan dimulai dari lingkungan sederhana tetapi penuh visi perubahan.
“Kunjungan ini membuka wawasan siswa tentang bagaimana sebuah gerakan besar dapat lahir dari kampung kecil, tetapi memberikan dampak luas dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial,” terangnya.
Kepala MTs Muhsix Ahsan Perdana Kusuma, S.Pd., memberikan apresiasi penuh atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa memahami sejarah Muhammadiyah secara langsung merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa sebagai generasi penerus persyarikatan.
“Kampung Kauman bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi sumber inspirasi perjuangan. Di sinilah Kiai Ahmad Dahlan menanamkan gagasan pembaruan yang kini menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah. Dengan hadir langsung di lokasi ini, kami berharap siswa dapat merasakan atmosfer perjuangan itu, memahami nilai keteladanan, dan membawa semangatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa metode pembelajaran kontekstual seperti ini sangat efektif dalam memperkuat pemahaman siswa.
“Ketika mereka melihat dan merasakan langsung sejarah, pemahaman mereka akan lebih mendalam. Inilah upaya kami membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memahami akar gerakannya,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, MTs Muhsix berharap para siswa tidak hanya membawa pulang dokumentasi perjalanan, tetapi juga nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat belajar yang diteladankan oleh Kiai Ahmad Dahlan.
Madrasah percaya bahwa mengenal sejarah adalah langkah penting untuk menumbuhkan rasa bangga serta motivasi berkontribusi bagi persyarikatan di masa depan.






0 Tanggapan
Empty Comments