SD “Al-Kautsar” Kota Pasuruan kembali memberikan pengalaman belajar melalui kegiatan kunjungan edukatif. Kegiatan belajar yang inspiratif dan bermakna ini diikuti oleh 101 siswa kelas VI.
Bersama para guru dan wali murid, pada Selasa (14/10/2025) para siswa berkesempatan mengunjungi Pelabuhan Kota Pasuruan, Tourism Information Center (TIC), kawasan Madinah Van Jawa, dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas, sejalan dengan metode pembelajaran abad ke-21.
Pertama yang menjadi tujuan kunjungan adalah TIC Kota Pasuruan. Di ITC ini, siswa memperoleh informasi melalui penjelasan komprehensif mengenai potensi wisata, kekayaan budaya, dan sejarah lokal yang menjadi daya tarik utama kota.
Para petugas dari TIC itu memaparkan berbagai destinasi unggulan Pasuruan — mulai wisata alam, situs bersejarah, hingga wisata religi.
Selain itu, para petugas tersebut juga menjelaskan upaya-upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan.
Siswa-siswi itu pun cukup bersemangat dalam menyimak, mengajukan pertanyaan, dan mencatat informasi penting tentang daerahnya tersebut.
Pada sesi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan peduli terhadap warisan lokal di Kota Pasuruan.
Setelah dari TIC, perjalanan berlanjut ke kawasan Madinah Van Jawa — destinasi yang kini menjadi ikonnya Kota Pasuruan.
Destinasi ini terkenal sebagai destinasi wisata religi edukatif yang sengaja dirancang untuk menghadirkan suasana khas Timur Tengah, sekaligus memperkuat citra Pasuruan sebagai “Kota Santri”.
Di tempat ini, siswa tidak hanya menikmati keindahan arsitektur, tetapi juga menggali lebih dalam mengenai sejarah peradaban Islam di Nusantara, khususnya di Pasuruan.
Para siswa diajak mempelajari nilai-nilai spiritualitas, toleransi, dan etika yang relevan.
Diharapkan hasil dari pembelajaran ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lokasi ini memberikan pelajaran multi aspek — karena berupaya memadukan sejarah, religi, dan arsitektur.
Sedang sasaran terakhir adalah Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).

Kunjungan ke P3GI yang merupakan lembaga penelitian bersejarah ini, terasa menjadi highlight karena membawa siswa-siswi masuk ke dunia sains dan industri pangan.
Di P3GI ini, para siswa berkesempatan menyaksikan dan mempelajari secara langsung proses penelitian, pengembangan, dan produksi gula — mulai penanaman dan pemanenan tebu hingga proses pengolahan menjadi produk siap konsumsi.
Sesi terakhir ini dapat membuka wawasan mengenai pentingnya inovasi dalam bidang pertanian dan industri pangan nasional. Termasuk peran P3GI dalam menjaga ketahanan pangan dan energi.
Melalui kegiatan ini, para siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci kemajuan suatu bangsa.
Selain itu, mereka berkesempatan mengunjungi perpustakaan lama P3GI, yang koleksi arsipnya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dokumenter dunia dalam program Memory of the World.
Pada kesempatan ini, selaku Kepala SD Al Kautsar, Mustakin, S.Pd., S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
Beliau menekankan bahwa pembelajaran tidak harus terbatas di ruang kelas.
“Melalui kunjungan edukatif ini, kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa secara nyata. Belajar itu bisa dari mana saja, terutama dari lingkungan sekitar yang kaya akan potensi. Harapan kami, anak-anak dapat lebih mengenal potensi daerahnya, mencintai ilmu pengetahuan, baik itu sejarah, agama, maupun sains, serta tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas dan berkarakter unggul,” ujar Mustakin.
Kegiatan ini berakhir dengan sesi foto bersama dan refleksi singkat dari para siswa.
Banyak di antara mereka yang merasa senang dan mendapatkan pengalaman baru yang berharga.
Mereka setuju bahwa belajar langsung di lapangan jauh lebih berkesan daripada hanya membaca teori.
Kunjungan ini menegaskan komitmen SD Al Kautsar untuk terus memberikan pengalaman belajar yang inspiratif dan bermakna.***






0 Tanggapan
Empty Comments