
PWMU.CO – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, pada Selasa (3/6/2025), masih melangsungkan kegiatan Sumatif Akhir Tahun (SAT). Pada hari tersebut, siswa-siswi kelas I hingga V mengikuti ujian untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP).
Ada yang unik di salah satu sudut ruangan di lantai dua, karena siswa-siswi Kelas III Padi dan III Gandum tampak asyik mengerjakan Pigura Alam, sebuah karya seni yang memanfaatkan kardus bekas sebagai media dasar. Pigura tersebut dihias dengan berbagai macam daun dan bunga kering yang disulap menjadi karya seni yang indah dan unik.
Salah satu guru Kelas III Safira Aryundani Firdayanti SPd, menjelaskan bahwa terdapat empat aspek penilaian dalam pembuatan Pigura Alam kali ini, yaitu kerapian, keindahan, kreativitas, dan kombinasi.
Safira, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pembuatan Pigura Alam ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menciptakan karya seni yang indah dengan memanfaatkan kombinasi berbagai jenis daun dan bunga.
Safira menjelaskan bahwa setiap siswa diminta membawa kardus bekas berukuran 20×25 cm, berbagai jenis daun dan bunga secukupnya, lakban besar sebagai media menempel kombinasi bunga dan daun, pensil untuk menggambar pola bertema alam, serta gunting dan cutter untuk memotong pola pada kardus tersebut.
Sebelumnya, Safira telah membagikan video tutorial pembuatan Pigura Alam melalui grup WhatsApp Kelas III. Video pendek tersebut memuat informasi tentang bahan-bahan yang harus disiapkan serta langkah-langkah pembuatannya.
Semua siswa tampak senang dan antusias saat mengerjakan SAT SBDP dengan tema pembuatan Pigura Alam ini. Salah satunya, Ahmad Kafie Azzahir, yang akrab dipanggil Kafie. Ia sangat semangat membawa berbagai macam daun dan bunga dari kebun depan rumahnya, ditemani sang adik.
“Seru dan asyik membuat Pigura Alam ini, nanti bisa jadi hiasan dinding di rumah,” ujar Kafie.

Ibunda Kafie, Maulina Izza Tristianti, sangat senang dan menyukai kegiatan pembuatan Pigura Alam kali ini. Bahkan, adik Kafie turut membuatnya di rumah dengan suka cita, menggunakan berbagai daun dan bunga yang ada di taman depan rumah.
“Seru dan mengasyikkan bisa menyediakan media pembelajaran sekaligus menjadi permainan yang menyenangkan dan mendidik untuk adik Kafie yang baru berusia empat tahun,” jelas Maulina. (*)
Penulis Eli Syarifah Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments