
PWMU.CO – Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) siswa SD Mudabo kelas 4,5 dan 6 dukung gerakan anti-bullying dengan menandatangani kampanye berisi ajakan untuk menghindari perundungan pada Selasa, (15/7/2025).
Mengawali kegiatan ini wali kelas 5A, Safira Adjie Cahyani SPd memberikan materi seputar bullying,
“Bullying itu adalah Tindakan yang menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Tindakan ini bisa dilakukan secara tidak sadar, karena gurauan yang menyakiti hati orang lain juga dapat dikategorikan sebagai Tindak perundungan.
“Bagi anak-anak sekalian, hati-hati ya Ketika bercanda karena kalian bisa saja merundung teman dengan dalih bercanda. Jika korban tidak terima, kalian bisa dilaporkan ke pihak berwajib,” tambahnya.
Deklarasi Anti-Bullying
Siswa kelas 5 yang sudah mendapat materi perundungan di kelas 4 ini mendengarkan dan mengiyakan semua nasehat Safira. Penandatanganan deklarasi anti-bullying ini sebagai bentuk komitmen siswa untuk mendukung sekolah yang aman bagi semua siswa.
Beberapa jenis perundungan yang dapat dilakukan siswa adalah perundungan verbal, fisik, hinggan perundungan online. Bahkan menguscilkan teman juga termasuk perundungan. Perundungan verbal dilakukan secara lisan. Misalnya, mengolok-olok nama orang tua, atau menghina.
Perundungan fisik berarti dilakukan dengan fisik, baik memukul, mecubti, atau menampar. Perundungan ini biasanya memiliki bekas di fisik korban. Terakhir, perundungan online yang dilakukan melalui dunia maya, seperti menulis komentar jahat yang menghina orang lain.
Setelah memberikan materi, guru mengajak siswa untuk melakukan senam anak Indonesia hebat Bersama-sama. Senam ini dilakukan agar siswa dapat bersemangat mengikuti kegiatan MPLS sampai akhir.
Senam ini diikuti oleh seluruh siswa di kelas 5A, mereka dengan hapal bersenam Bersama hingga akhir. Hingga pada akhir materi tentang perundungan, siswa diajak untuk menanda tangani deklarasi anti-bullying. Mereka satu persatu maju ke depan menuju deklarasi, bergantian menandatangani deklarasi anti-bullying.
“Semuanya dengarkan ustadza ya, yang maju ke depan dimulai dari meja depan sebelah kanan dilanjutkan dengan sampingnya, mengular sampai ke belakang bergantian ya,” perintahnya.
Siswa kemudian bergantian maju ke depan dan memberikan tand tangan arti setuju dengan Gerakan anti-bullying ini. (*)
Penulis Dini Faizatunni’am Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments