
PWMU.CO – Dalam Pekan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur seluruh siswa siswi mulai kelas I – VI mulai memilih siapa yang akan menjadi ketua dan wakil ketua kelasnya masing-masing, setiap kelas memiliki tiga kandidat pasangan calon ketua dan wakil ketua, Jumat (18/7/2025).
Dengan antusias mereka saling menjagokan calonnya dengan yel-yel, poster, foto dan gambar yang berfokus visi dan misi. Mereka buat sehari sebelumnya Kamis, 17 Juli 2025 sebagai project dalam berdemokrasi sejak dini.
Salah satu Calon ketua dan wakil ketua dari Siswa kelas IV Cordoba memiliki visi yang ditulis dengan bahasa Inggris, M Arkha Fidi Abistya berpasangan dengan wakilnya Anindita Keisha Zahra.
“To make class discipline, smart and lot of achievement,” ujarnya lantang di hadapan Seluruh Siswa satu jenjangnya kelas IV.
Ia menekankan kedesiplinan, kecerdasan lewat literasi agar mendapatkan banyak Prestasi.
Fokus pada Kedisiplinan

Arka dan kawannya Keisha memiliki misi untuk fokus pada kedisiplinan, dan membuka serta mengayomi grup diskusi antar teman, membangun komunikasi antar Siswa dan guru, terakhir memiliki misi untuk selalu menyusun jadwal secara priodik tentang kebersihan kelas.
Pemilihan Ketua Kelas (Pilkalas) di SDMM dilakukan serentak, kelas kecil I-III dilaksanakan di lantai 1 depan koridor kelas I, sedangkan kelas besar IV hingga VI dilaksanakan di Aula lantai 4 SDMM. Sebelum memilih, setiap Calon Ketua didampingi wakilnya harus menyampaikan visi dan misinya untuk meningkatkan keyakinan ketika memilih ketua dan wakilnya untuk satu tahun ke depan.
Pilkalas tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di SDMM. Dilaksanakan secara digital online, dengan bermodalkan google form, perangkat Tablet sejumlah kelas dan jaringan internet memadai, mereka memilih secara e-voting karena memiliki kecepatan dalam penghitungan suara secara akurat.
Sebelumnya tim IT yang digawangi Nur Wahyu Mahdian SKom menyiapkan e-voting menggunakan google form, dan dengan berbantuan canva setiap kelas diwakili 1 link yang dapat dipindai dengan cara scan barcode yang dibuat sedimikian rupa agar cepat menuju Alamat e-voting, setiap kelas disiapkan tablet yang tersambung ke jaringan internet via wifi.
“Harapannya nanti setiap anak tinggal memindai barcode dan mencontreng pilihannya dengan menekan tombol, tidak perlu menunggu lama, hasilnya akan terlihat dengan peritungan real count,” ujarnya. (*)
Penulis Zaki Abdul Wahid Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments