Suasana khidmat menyelimuti halaman SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) pada Selasa malam (3/3/2026). Di tengah pelaksanaan program Training Center Darul Arqam (TCDA) bagi siswa kelas II dan V, sebuah fenomena alam langka berupa gerhana bulan menghiasi langit Manyar. Momen tersebut dimanfaatkan dengan pelaksanaan salat sunnah gerhana (khusuf) secara berjamaah oleh para siswa SDMM.
Momen Langka di Waktu yang Tepat
Fenomena gerhana bulan yang jarang terjadi ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa. Momen tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah rangkaian kegiatan keislaman sekolah.
Setelah berbuka puasa bersama dan menunaikan salat Maghrib berjamaah, para siswa tidak langsung beristirahat. Mengingat waktu puncak gerhana bertepatan dengan jadwal kegiatan TCDA, seluruh peserta segera bersiap di area dining room SDMM yang selama bulan Ramadan disulap menjadi mushala sementara bernama Mushala Asy Syams untuk kegiatan Tarawih Ramah Anak.
Tepat pukul 18.45 WIB, sebanyak 90 siswa kelas II, 96 siswa kelas V, serta 30 guru dan karyawan berkumpul membentuk saf yang rapi untuk melaksanakan salat gerhana berjamaah.
Pelaksanaan salat ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung dalam rangkaian program pembentukan karakter siswa melalui TCDA. Dengan demikian, dimensi spiritualitas siswa dapat terasah melalui pengalaman langsung menyaksikan fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah.
Edukasi Sebelum Ibadah
Sebelum salat dimulai, Ustadz M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd., memberikan arahan sekaligus penjelasan mengenai tata cara salat gerhana. Ia menjelaskan bahwa salat gerhana memiliki tata cara yang berbeda dari salat fardu, yakni dengan dua kali rukuk dalam satu rakaat.
“Ini bukan sekadar fenomena astronomi biasa, melainkan tanda kebesaran Allah SWT yang harus kita respons dengan memperbanyak zikir dan salat,” ujar Ustadz Aziz di hadapan para siswa yang menyimak dengan antusias.
Kekhusyukan Berjamaah
Salat gerhana tersebut dipimpin oleh Ustadz Ahmad Nazarudin, M.Pd.I. sebagai imam. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan menambah kekhusyukan suasana malam di lingkungan sekolah yang dikenal sebagai sekolah ramah anak itu.
Setelah salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah singkat yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur serta mengambil pelajaran dari keteraturan alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah SWT. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments