Segenap siswa kelas II Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya melaksanakan kegiatan pembelajaran luar sekolah di Kantor Basarnas Surabaya, Rabu (28/1/2025).
Kegiatan berlangsung khidmat dan seru di kantor yang beralamat di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Pihak Basarnas, Ibu Setia bersama rekan-rekannya, menyambut hangat kehadiran siswa-siswi dari sekolah yang berjuluk Sekolah Kreatif tersebut.
Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran di gedung berwarna oranye itu, baik saat pemaparan materi maupun praktik life skill. Sebagai pembuka, Ibu Setia memperkenalkan diri, kemudian menyampaikan materi sesuai tema kegiatan, yakni “Pengalamanku Sigap Bencana”.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis bencana serta cara menyikapinya. “Anak-anak, ada yang tahu apa itu Basarnas?” tanya Ibu Setia dengan penuh semangat. Sejumlah siswa pun mengacungkan tangan dan memberikan jawaban sesuai pemahaman mereka.
“Basarnas itu yang menyelamatkan korban bencana,” jawab Arfan dengan antusias. Usai mendengarkan dan mengapresiasi jawaban siswa, Ibu Setia meluruskan bahwa Basarnas merupakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
Penyampaian materi menggunakan media LCD menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa karena dilengkapi gambar-gambar menarik. Dalam sesi tersebut, siswa mampu menyebutkan berbagai jenis bencana, seperti longsor, gunung meletus, banjir, kebakaran hutan, dan gempa bumi.
Dengan gaya komunikasi yang interaktif, Ibu Setia kembali bertanya, “Kalau terjadi banjir, apa yang akan kalian lakukan?” Siswa menjawab beragam, di antaranya “pakai pelampung, tali, dan balok kayu.”
Pada materi gempa bumi, dijelaskan bahwa gempa merupakan getaran di permukaan bumi akibat pergerakan lempeng bumi. Siswa diimbau untuk tetap tenang, berteriak memberi tahu orang tua, serta berupaya menyelamatkan diri, terutama melindungi bagian kepala.
Tempat aman berlindung saat gempa di dalam ruangan, antara lain di samping benda besar, tembok rumah, atau lemari. Sementara itu, jika berada di luar ruangan, siswa dianjurkan menjauhi bangunan tinggi dan sumber aliran listrik. Terdapat tiga rumus aman saat gempa, yaitu berlindung, berbaring, dan diam.
Pemaparan materi ditutup dengan kuis. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari pemateri. Setelah itu, siswa kelas II Dakon, Bakiak, dan Egrang melanjutkan kegiatan life skill dengan menaiki perahu Basarnas lengkap dengan atribut keselamatan, serta mencoba wahana flying fox.
Ustazah Lesti berharap kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
“Anak-anak diharapkan memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments