
PWMU.CO – Sebelum meninggalkan kampus FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) dari agenda study campus, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 8 Gresik diajak mengunjungi Museum Etnografi, atau yang dikenal dengan julukan “Museum Kematian” di UNAIR. Pengalaman unik dan mendebarkan ini menjadi penutup yang penuh kesan bagi mereka, Senin (11/11/2024).
Di dalam museum ini, siswa-siswi diajak melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan tradisi kematian dan ritual pemakaman dari berbagai budaya Indonesia. Namun, yang paling menarik perhatian mereka adalah keberadaan mayat asli yang diawetkan sebagai bagian dari koleksi museum. Keberadaan mayat ini membuat suasana museum terasa semakin misterius dan mendalam, tetapi justru menarik minat para siswa untuk mendekat dan melihat langsung.
Rasa takut bercampur penasaran membuat kunjungan ini penuh warna. Beberapa siswa bahkan dengan berani berpose dan berfoto di depan koleksi-koleksi unik tersebut, mengabadikan momen yang jarang mereka alami. Dengan latar belakang benda-benda ritual dan suasana museum yang mendalam, mereka mengisi waktu dengan canda tawa, namun tetap penuh rasa hormat pada koleksi yang ada.
“Awalnya agak seram sih, tapi setelah lihat lebih dekat ternyata seru dan jadi banyak tahu tentang tradisi budaya kita yang belum pernah kami bayangkan,” ujar Afitri, salah satu siswa dengan antusiasnya.
Kunjungan ke Museum Kematian ini tidak hanya memberi pengalaman seru, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para siswa tentang keanekaragaman budaya di Indonesia. Mereka pun pulang dengan membawa cerita berkesan dan tak terlupakan tentang hari itu, menutup kunjungan kampus yang penuh pembelajaran dengan cara yang tak biasa. (*)
Penulis Liset Ayuni Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments