
PWMU.CO – Siswa SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi menggarap Ujian Praktik Prakarya dengan bahan limbah, Sabtu (1/2/2025).
Kegiatan ini merupakan Ujian Praktik mata pelajaran (Mapel) umum Tahun Ajaran 2024-2025, khususnya mapel Seni Budaya.
Acara yang berlangsung di kelas ini diikuti oleh siswa Kelas XII yang terdiri dari tiga konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Sepeda Motor (TSM).
Dalam ujian kali ini, siswa mengerjakan tugas dengan membuat prakarya dari bahan limbah yang ada di sekitar lingkungan. Salah satunya adalah membuat aksesori jam dinding yang menarik. Bahan-bahannya cukup mudah dan sederhana, seperti kayu bekas, bambu, potongan triplek, seutas tali, serta mesin jam sebagai pelengkap.
Koordinator Ujian Praktik, Arum Novitasari SSn, menyampaikan informasi terkait ujian ini.
“Tema ujian kali ini adalah membuat prakarya dari bahan limbah sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, siswa diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka.
Selain itu, hasil karya yang dihasilkan siswa dalam ujian praktik ini sangat beragam, mulai dari gantungan baju, gantungan kunci, notifikasi budaya kebersihan atau 5R, rumah-rumahan, hingga aquascaping.
Ada juga kelompok yang memilih untuk membuat gantungan baju. Mereka mengukur dan memotong kayu menjadi empat bagian yang sama, lalu menyambungnya dengan cara memaku. Bahan yang digunakan berasal dari kayu sengon, kopi, dan jati.
Pelaksanaan ujian yang dijadwalkan kali ini adalah untuk siswa Kelas XII TKR 4. Ujian ini berjalan dengan lancar. Para peserta ujian diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 orang dan setiap kelompok diuji oleh satu penguji.
Kriteria penilaian dalam ujian ini meliputi aspek presentasi (termasuk sikap dan cara penyampaian), hasil proyek yang dihasilkan, serta bahan alami yang digunakan. Setiap kelompok diberi waktu 15 menit untuk melakukan presentasi.
Pelaksanaan ujian ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Salah satu peserta ujian, Alexa Reifana Mahardika menyampaikan kegembiraannya setelah mengikuti ujian karena dapat mengerjakannya bersama dengan teman-temannya.
Sementara itu, Moh Firdaus menceritakan kesannya setelah selesai ujian.
“Alhamdulillah kelompok kami lebih kompak, sehingga dapat menyelesaikan tugas ujian ini dengan baik,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Andika Fahrezha Kusuma, yang memilih membuat prakarya berupa gantungan kunci karena bahan-bahannya lebih mudah ditemukan di alam. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments