
Siswa SMK Muhipro Dapat Tawaran Pelatihan Bersertifikat Tujuh: Liputan Kontributor PWMU.CO Probolinggo Zeny Dwi Martha Hariyanti
PWMU.CO – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pratama Mulia mengunjungi SMK Muhammadiyah 1 Kota probolinggo (SMK Muhipro) untuk sosialisasi pelatihan, Kamis (8/9/22).
Siswa kelas XII mengikutinya agar lebih memiliki keahlian yang khusus dan siap ke dunia kerja. Perwakilan LKP Pratama Mulia, Jaga Pramudita, menyatakan pelatihan ini berbadan hukum operasional Dinas Pendidikan Kota Probolinggo.
“Kalian setelah lulus kuliah ada yang mau nikah, kuliah, atau langsung kerja?” tanya Dita—sapaan akrabnya—kepada peserta. Ternyata, 60 persen di antara mereka menjawab ingin kuliah, 30 persen menikah, dan 10 persennya bingung entah kuliah, kerja, atau menikah.
Dita pun menjelaskan konsekuensi setiap pilihan. “Jika memilih kuliah, maka mereka menempuh pendidikan empat tahun dengan melewati tes seleksi dan skripsi,” ujarnya.
Kemudian, kata Dita, jika mereka memilih kerja tanpa ada keahlian khusus juga sulit. Dia lantas bertanya, “Di sini kira-kira kalian ingin kuliah di mana?”
Para siswa lantang menjawab universitas terbaik versi mereka. Ada yang memilih Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, dan Universitas Negeri Surabaya. “Saya tidak kuliah, saya mau buka usaha!” celetuk salah satu siswa Rafika Enjelina.
Dita menerangkan, jika ingin memiliki usaha, perlu ada keahlian khusus. Menurutnya usaha juga harus didasari pengalaman dan keterampilan. “Karena saingan kita di era sekarang ini sangat banyak. Apalagi jika kalian tidak memiliki skill (keterampilan) khusus,” lanjutnya.
Kemudian, Dita menjelaskan kemungkinan risiko memilih menikah di usia muda. Pada umumnya, menurut dia pasangan muda itu tidak siap menempuh kehidupan pernikahan.
Dia mengarahkan, mereka lebih memikirkan masa depan dengan mulai berpikir beberapa hal. “Misalnya dengan memiliki keahlian dan bekerja bisa menambah derajat kalian dan juga menambah penghasilan kalian jika menikah,” terangnya.
LKP Pratama Mulia
Siswa pun menyimak video LKP Pratama Mulia yang terletak di Jalan Letjend Sutoyo No.11 Kota Probolinggo. Video itu memaparkan empat program keahlian. Yaitu sekretaris/administrasi perkantoran, pengasuh bayi dan anak, anak buah kapal (ABK) perikanan, dan public speaking.
Pelatihan ini dilaksanakan selama satu bulan hingga satu tahun, sesuai program keahlian yang dipilih. “Satu tahun untuk sekretaris, tiga bulan untuk pengasuh bayi dan anak, satu bulan ABK perikanan,” urainya.
Dita menambahkan, biaya pelatihan dapat diangsur saat sudah masuk di LKP selama satu tahun. “Di LKP memiliki keunggulan yaitu menyalurkan siswa ke perusahaan yang sudah bekerja sama dengan LKP Pratama Mulia,” ungkapnya.
Tracer alumnus yang sudah bekerja pun dia paparkan. Misalnya Qurrotul Aini dari Angkatan VI Program Sekretaris yang bekerja di Beejay Bakau Resort dan Alofia Mutiara Dihan sebagai admin clerk di PT FIF Group Probolinggo.
Di LKP Pratama Mulia juga memiliki aneka kegiatan selain pelatihan. Misalnya, Beauty/Handsome Class, Kelas Kepribadian, dan Table Trainee.
“Di table trainee ini kalian nanti diajari etika cara makan yang baik. Karena saat kalian bekerja pasti akan bertemu dengan client jadi bisa memposisikan diri saat makan,” ujarnya.
Dapat 7 Sertifikat
Lembaga ini lebih mengutamakan praktik daripada materi agar lebih mudah saat terjun ke dunia industri. LKP Pratama Mulia juga bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Darma Husada, terbukti dari lulusannya yang sudah bekerja di RS itu.
Kemudian Dita mengungkap, “Lulusan dari LKP Pratama akan mendapatkan tujuh sertifikat yaitu sertifikat komputer, PAK, PKL, table trainee, sertifikat lembaga, beauty class, baby sitter, dan public speaking.”
Untuk pendaftaran sebelum bulan Desember atau sebelum kuota penuh, lanjutnya, akan mendapatkan potongan Rp 2 juta.
“Jika kalian berprestasi, maksimal lima besar, maka kalian akan dapat potongan Rp 500 ribu,” tambah Dita. Adapun untuk pendaftarannya dimulai September ini. Akan tetapi, jika kuota kelas unggulan sudah penuh, akan ada kelas reguler dengan biaya berbeda.
Sebelum mengakhiri sosilasasi, Dita mengajak siswa belajar public speaking. Dia meminta tiga siswa praktik public speaking. Ketiga siswa itu ialah Abdul Qodir dari Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas, Yulia Anggraini dari Jurusan Asisten Keperawatan, dan Farah Salsabila dari Jurusan Keperawatan.
Qodir mulai memperkenalkan diri dan unjuk bakatnya membaca murratal ayat suci al-Quran. Sedangkan Yuli dan Farah memperkenalkan diri dan mulai berinteraksi dengan temen-temannya dengan gaya khas mereka.
Alhasil, Dita memberi voucher untuk kelas Public Speaking sebagai bentuk apresiasi kepada tiga siswa yang telah maju ke depan. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni/SN





0 Tanggapan
Empty Comments