Apresiasi Pengawas TKA
Di sisi lain, Pengawas TKA, Neni Citrawati SPd, yang bertugas di lokasi mengungkapkan kekagumannya terhadap kedisiplinan para peserta tahun ini. Berbeda dengan bayangan orang awam, para siswa dari LPKA justru menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap aturan ujian.
”Secara teknis, pelaksanaan ujian berjalan sangat lancar. Tidak ada kecurangan yang ditemukan. Para siswa, baik dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar maupun LPKA, sangat tertib” tutur Neni.
“Mereka datang tepat waktu, mengikuti instruksi dengan saksama, dan fokus pada layar masing-masing. Terutama untuk mapel Matematika tadi, saya melihat daya juang mereka luar biasa” terangnya.
Meskipun soalnya cukup menantang, lanjut Neni, para siswa berusaha menyelesaikannya hingga menit terakhir.
Ia juga mencatat bahwa kehadiran anak-anak LPKA di sekolah umum seperti SMP Muhammadiyah 1 Blitar memberikan dampak psikologis positif bagi kedua belah pihak.
Siswa reguler belajar tentang empati dan rasa syukur, sementara siswa LPKA merasa diterima oleh masyarakat.
Setelah berjibaku dengan logika angka di hari Senin, perjuangan para peserta belum berakhir. Pada Selasa (07/04/2026), ujian akan berlanjut dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Berbeda dengan Matematika yang menuntut ketajaman hitung, Bahasa Indonesia akan menguji kemampuan literasi, analisis teks, dan pemahaman kebahasaan para siswa.
Lokasi ujian tetap berpusat di Laboratorium Komputer SMP Muhammadiyah 1 Blitar yang telah terstandarisasi. Pihak sekolah memastikan bahwa seluruh logistik ujian, termasuk pasokan listrik cadangan, telah disiapkan guna mengantisipasi gangguan teknis pada hari kedua.
Kolaborasi Lintas Sektor
Bagi para siswa LPKA Blitar, ujian di luar lingkungan lembaga pembinaan memberikan warna tersendiri. Menempuh perjalanan singkat menuju Jalan Gilisilat No. 26 memberikan mereka “napas” baru.
Melihat lingkungan sekolah, berinteraksi secara visual dengan dunia luar, menjadi stimulus moral yang sangat berharga.
Keberhasilan pelaksanaan TKA hari pertama ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai simbol kolaborasi lintas sektor yang apik di Kota Blitar.
Sinergi antara institusi pendidikan formal (SMP Muhammadiyah 1 Blitar ) dan institusi pemasyarakatan (LPKA) membuktikan bahwa birokrasi bukan penghalang bagi pemenuhan hak anak.
Kota Blitar, yang terkenal sebagai Kota Proklamator, kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga semangat pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di Laboratorium Komputer SMP Muhammadiyah 1 Blitar tersebut, sejarah kecil sedang ditulis. Bahwa di depan layar monitor, semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, tak peduli dari mana mereka berasal atau apa yang pernah mereka lalui.
Ujian TKA ini harapannya menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil dari ujian ini nantinya akan menjadi salah satu parameter kompetensi yang sangat menentukan bagi masa depan akademis mereka.
Besok, Selasa pagi, lonceng di SMP Muhammadiyah 1 Blitar akan kembali berbunyi. Siswa-siswa akan kembali duduk tegak di depan monitor.
Dan di bawah langit Sananwetan, harapan-harapan baru akan terus dirajut melalui bait-bait soal Bahasa Indonesia, menutup rangkaian ujian dengan semangat literasi yang membara.





0 Tanggapan
Empty Comments