Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SMP Muven Pukau Penonton Lewat Semarak Budaya Nusantara

Iklan Landscape Smamda
Siswa SMP Muven Pukau Penonton Lewat Semarak Budaya Nusantara
Tampilan siswa kelas 9C dengan pakaian adat NTB. (Azzam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Halaman SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) berubah menjadi panggung keberagaman budaya yang meriah selama dua hari berturut-turut, yakni Kamis-Jumat (11-12/12/2025).

Melalui kegiatan kokurikuler bertajuk “Keanekaragaman Budaya Nusantara”, seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 unjuk kebolehan menampilkan kekayaan tradisi Indonesia.

Acara ini menyuguhkan paket lengkap pesona nusantara, mulai dari peragaan baju adat, penyajian makanan khas, pementasan tari tradisional, hingga lantunan lagu dan musik daerah.

Suasana di halaman sekolah terasa sangat hidup. Para siswa tampil kompak dan percaya diri. Sorotan utama tertuju pada detail pakaian adat yang dikenakan para peserta, yang dinilai sangat baik dan representatif. Tak heran jika penonton yang hadir tampak begitu antusias memberikan apresiasi di setiap segmen penampilan.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi penampilan dengan jatah enam kelas per hari. Pada hari pertama (Kamis, 11/12) dimeriahkan oleh siswa kelas 9 serta kelas 8B dan 8C. Mereka membawakan tema budaya dari provinsi Maluku, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Papua.

Hari kedua (Jumat, 12/12) giliran kelas 8A, 8B, dan seluruh siswa kelas 7 yang tampil. Mereka menyuguhkan kekayaan budaya dari Sulawesi Utara, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, dan Aceh.

Mengenal Budaya

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Lanang Santoso, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran serta para wali kelas yang telah totalitas mendukung acara ini. Saya mengimbau seluruh siswa untuk terus menjaga antusiasme ini dalam kegiatan-kegiatan positif sekolah,” ujar guru Matematika tersebut.

Di tempat yang sama, Waka Kurikulum Gita Syafira, M.Pd., menjelaskan urgensi dari pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, fenomena generasi muda yang lebih mengenal budaya asing menjadi pemicu utama sekolah menggelar acara berbasis tradisi lokal.

“Alasannya jelas, saat ini makin banyak budaya luar yang diketahui dan diikuti oleh anak-anak daripada budaya sendiri. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya sendiri tidak kalah menarik,” tegas guru Fisika tersebut.

Gita berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi langkah nyata agar siswa semakin mengenal, mencintai, dan turut aktif melestarikan budaya bangsa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu