
PWMU.CO – Salah satu siswi MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri, Agaozora Megara Sukaton, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 pada kompetisi Merdeka BMX Cup Series 2 tahun 2025, kategori usia 9-10 tahun. Kompetisi tersebut diselenggarakan pada Minggu (20/04/2025) di Sirkuit BMX Youth Center Yogyakarta.
Kompetisi Merdeka BMX Cup Series 2 tahun 2025 merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Cycling Federation (ICF), badan pengatur nasional balap sepeda di Indonesia. Kompetisi ini rutin diadakan dan dapat diikuti oleh pembalap-pembalap dari seluruh daerah di Indonesia. Peserta diutamakan yang telah terdaftar di ICF dan memiliki nomor lisensi, baik dari ICF maupun Union Cycliste Internationale (UCI).
Gao, sapaan akrabnya, adalah siswi kelas III E Linguistic Class Program (LCP) di Mimsapa. Ia telah menggeluti dunia cycling sejak kecil, ketika ayahnya memutuskan untuk mengubah arah masa depan anaknya, yang sebelumnya berfokus pada dunia modeling, menjadi cycling.
“Ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan untuk mengalihkan passion Gao dari modeling ke cycling. Keluarga kami memiliki sejarah di dunia cycling, dan saya sendiri juga pernah menekuni balap sepeda, meski tidak terlalu serius. Berbeda dengan anak saya, yang sudah berhasil memenangkan beberapa kompetisi,” ujar ayah Gao.
Keberhasilan Gao tidak terlepas dari dukungan orang tua, guru, dan pelatih di Akademi Afos Katana Family (AKF). Selain bersekolah di Mimsapa, keseharian Gao juga dipenuhi dengan kegiatan di Akademi AKF. Ia telah bergabung sejak berusia 5 tahun dan hingga kini terus berkembang di akademi yang membentuk atlet-atlet balap sepeda profesional tersebut.
Sepulang sekolah setiap hari Jumat, Gao langsung menuju Akademi AKF di Kota Batu untuk berlatih hingga Minggu. Setiap harinya, Gao juga menjalani serangkaian program latihan di rumah, termasuk menjaga disiplin dalam memilih makanan yang dikonsumsi.
“Gao sangat menikmati dan bersemangat sekali ketika berkompetisi di Merdeka BMX Cup Series 2 tahun 2025 ini. Kami sebagai orangtuanya justru yang merasa grogi, keringat dingin, dan segala macam perasaan campur aduk,” tambah ayah Gao dengan semangat.
Tidak ada kata lelah bagi Gao dalam memperjuangkan mimpinya menjadi atlet balap sepeda yang berprestasi.
“Senang sekali rasanya bisa meraih juara dalam kompetisi ini, membanggakan papa, mama, dan sekolahku. Meskipun capek saat latihan dan makan pun harus diatur, tapi aku paham semua ini demi masa depanku. Menjadi atlet balap sepeda perwakilan Indonesia di kancah dunia adalah harapanku,” ungkap Gao dengan penuh senyum.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi di masa depan. (*)
Penulis Nur’Aini Yusminar M Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments