
PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 7 Surabaya (Smamseven) tak henti-hentinya menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, kabar gembira datang dari dunia bela diri. Aisyah Padma Saqeenah, siswi kelas XII, berhasil meraih Juara 2 Kelas A Putri dalam Kejuaraan Wilayah Tapak Suci Se-Jawa Timur 2025.
Prestasi yang ditorehkan oleh Aisyah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan kerja keras para pelajar Smamseven tidak akan pernah padam. Mereka terus bersinar, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga, khususnya bela diri.
Event ini berlangsung selama 4 hari, mulai Senin-Jumat (2-5/5/2025), bertempat di Gelanggang Remaja Surabaya, Gelora 10 November, yang berlokasi di Jalan Tambaksari.
Kejuaraan Wilayah Jawa Timur Tapak Suci ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan prestasi atlet pencak silat Tapak Suci di tingkat regional. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana seleksi dan pembinaan bagi atlet-atlet potensial yang akan mewakili Jawa Timur dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarkontingen, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, dan semangat juang dalam bingkai budaya bela diri warisan bangsa.
Aisyah mengungkapkan bahwa persiapan yang harus dilaluinya cukup padat dan menantang.
“Banyak yang harus saya lakukan untuk persiapan pertandingan. Saya berlatih setiap hari dan mengikuti latihan Tapak Suci tingkat daerah setiap malam, ditambah dengan latihan mandiri di pagi hari,” tuturnya.
Meski begitu, Aisyah bersyukur karena tidak banyak hambatan yang ia hadapi selama proses menuju kejuaraan.
“Alhamdulillah, hambatan yang saya lalui tidak terlalu banyak. Hanya seleksi se-Surabaya untuk memperebutkan kelas tanding yang akan mewakili Pimda Surabaya,” jelasnya.
Sebagai atlet muda yang sedang berproses, Aisyah menyimpan harapan besar untuk masa depannya di dunia pencak silat.
“Saya berharap dapat terpilih sebagai atlet pantauan Jawa Timur untuk mengikuti Kejurdun 2025 pada akhir Agustus nanti,” ujarnya penuh semangat.
Selama mengikuti kejuaraan, Aisyah juga mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga.
“Saya mendapat banyak pelajaran selama menjadi bagian dari tim Tapak Suci Surabaya, seperti menjaga kekompakan tim, kedisiplinan, kekuatan mental dan fisik, serta ilmu dari para senior kami yang telah tampil di ajang dunia,” pungkasnya.
Melalui semangat, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Aisyah, harapan besar pun tumbuh bagi kontingen Tapak Suci Surabaya untuk terus mencetak prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.
Kejuaraan Wilayah Tapak Suci Jawa Timur ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga wadah pembinaan mental, karakter, dan solidaritas antarpesilat muda.
Dengan semangat juang yang tinggi, para atlet seperti Aisyah membuktikan bahwa masa depan pencak silat Indonesia berada di tangan generasi yang tangguh, berdedikasi, dan siap mengharumkan nama bangsa. (*)
Penulis Adilla Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments