Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswi SMKS Muhi Terbitkan Novel dan Kumcer

Iklan Landscape Smamda
Siswi SMKS Muhi Terbitkan Novel dan Kumcer
pwmu.co -
Launching buku Novel “Rumah untuk Zera”, Kumcer “Sebuah Kedai dengan Warisan Ibu di Dalamnya”. (Drei Herba T/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua buku berhasil diterbitkan oleh siswi SMKS Muhammadiyah 1 Genteng (SMKS Muhi). Dua buku tersebut salah satunya adalah Novel berjudul “Rumah untuk Zera” yang ditulis oleh Angeliea Lailizza siswi kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV).

Selain novel, terbit Kumpulan Cerpen (Kumcer) berjudul “Sebuah Kedai dengan Warisan Ibu di Dalamnya” karya Nur Julia Dinar Fransisca Kelas XI Perhotelan, Salma Nur Izzah Kelas XI DKV, Angeliea Lailizza Kelas XII DKV, Nirmahya Safara Kelas X DKV, Sayu Dwi Marselly X Akuntansi, Prasiska Leony Anjarwati, dan Eka W. Alumni SMKS Muhi.

Kedua karya fiksi ini launching di Ballroom SMKS Muhi berbarengan dengan Kajian An-Namiroh (11/12/2024).

Wakil Kepala SMKS Muhi, Aan Cahyanto, mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pengarang buku, “Yang lainnya harus iri dengan para penulis yang sudah menulis buku,” ucapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa hal ini menunjukkan menulis itu bisa dilakukan asalkan mau. Beliau juga menceritakan kisah anaknya yang juga menulis buku saat masih di bangku sekolah.

“Hari ini menulis buku bisa dilakukan, asalkan mau berusaha,” pungkasnya saat membuka kegiatan Kajian An-Namiroh.

Editor buku, Drei Herba T, turut mengapresiasi terbitnya buku ini, “Prosesnya panjang. Dari awal kurasi sampai editing” jelasnya. Novel ini awalnya diikutsertakan lomba Ceris PAI, dan saat itu memperoleh Harapan Dua karena memang novelnya belum selesai. Sementara untuk Kumcer, prosesnya sekitar dua tahun sampai kemudian diterbitkan.

Terkait dengan proses kreatif, ia juga menjelaskan bahwa untuk memulai menulis tidak perlu menggunakan tekad. “Coba huruf ‘t’ diganti ‘n’. Ya, cukup nekat. Menulis diawali dengan berani memulai dan berani mengakhiri sampai titik akhir,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Senada dengan itu, Suyanto MSi, selaku narasumber juga mengapresiasi terbitnya dua buku fiksi ini. Kendati demikian, beliau mengomentari buku tersebut, “Soal penulisan ‘di’ itu digabung atau tidak. Penulisan Jumat yang benar bagaimana,” kritiknya.

Kemudian beliau juga berharap agar penulis-penulis ini terbuka pada kritik, “Jangan habis dikritik marah habis itu tidak mau menulis,” ucapnya.

Beliau juga memotivasi agar peserta yang hadir juga mau tergerak untuk menulis, “Jangan takut salah dalam menulis. Tulis dulu sembari kemudian belajar kaidahnya. Jangan sampai itu menghalangi untuk menulis,” tegasnya.

Kegiatan launching buku ini makin meriah dengan pembacaan monolog oleh Nur Julia Dinar Fransisca yang membacakan cuplikan cerpennya berjudul “Sebuah Resep Obat di Meja”.

Selain monolog, juga terdapat pembacaan puisi oleh Dina Istiningrum, serta penampilan spesial Ghina’ Araby dari Takmir Masjid An-Namiroh.(*)

Penulis Drei Herba T Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu