“Bangun pemuda-pemudi Indonesia!” Sepenggal lirik lagu perjuangan itu menggema di Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 28 Oktober 2025. Semangat yang terkandung di dalamnya benar-benar terasa hidup, ketika sivitas akademika UMM memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025 yang dirangkai dengan Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi periode 2025–2029.
Momentum ini tidak sekadar seremoni pelantikan, tetapi juga peneguhan kembali nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.
Mahasiswa UMM dalam Nuansa Kebangsaan
Upacara yang digelar dengan khidmat itu dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kampus: BEMU, SEMU, BEMFA, SEFA, HMPS, IMM, hingga UKM. Mereka tampil dengan pakaian adat daerah dan kostum pejuang, menampilkan wajah Indonesia yang majemuk namun satu semangat.
Suasana kebangsaan terasa di seluruh area Kampus Putih. Bendera merah putih berkibar, lagu perjuangan menggema, dan wajah para mahasiswa memancarkan tekad muda untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa
Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa oleh Ketua BEMU, Wahyuddin Fahrurrijal. Dalam suaranya yang lantang, ia menegaskan komitmen mahasiswa terhadap Pancasila, bangsa, dan bumi Indonesia.
“Kami, generasi muda dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berjiwa satria dan bersemangat kebangsaan yang membara, akan senantiasa setia pada Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bertekad menjadi pelopor perubahan yang berkarakter kerja keras dan berkemajuan, serta siap bergotong royong membangun peradaban bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Kami berjanji melestarikan bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia sebagai warisan suci untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Isi ikrar tersebut menggambarkan semangat Sumpah Pemuda yang dihidupkan kembali dalam konteks zaman modern. Mahasiswa UMM menegaskan kesetiaan pada dasar negara Pancasila, sekaligus komitmen menjadi motor perubahan sosial yang berkeadaban dan berkemajuan.
Regenerasi dan Kebangsaan di Kampus Putih
Setelah pembacaan ikrar, seluruh perwakilan organisasi kemahasiswaan melakukan penandatanganan naskah Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa sebagai simbol komitmen kolektif. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan, menegaskan bahwa sumpah pemuda bukan hanya teks sejarah, tetapi spirit yang hidup dalam setiap langkah generasi kampus.
Momentum ini juga menandai pelantikan pimpinan baru di lingkungan fakultas dan program studi. Pergantian kepemimpinan yang beriringan dengan deklarasi tekad mahasiswa menjadi pesan kuat: regenerasi di UMM harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan, keberlanjutan, dan perubahan bermakna bagi Indonesia.
Sumpah Pemuda: Prinsip Hidup yang Dihidupkan
Melalui kegiatan ini, UMM kembali menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan historis, tetapi prinsip hidup yang terus dijaga di ruang akademik, kepemimpinan, dan pengabdian.
Kampus Putih membuktikan, bahwa dari ruang kuliah hingga panggung kepemimpinan, jiwa muda Indonesia masih menyala terang — menyatu dalam ikrar untuk bangsa.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments