Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siwa SMAS Muha Genteng Terekrut dalam Rembuk Anak Kabupaten 2025

Iklan Landscape Smamda
Siwa SMAS Muha Genteng Terekrut dalam Rembuk Anak Kabupaten 2025
pwmu.co -
Suasana diskusi dari kelompok pegaulan bebas di acara Rembuk Anak Banyuwangi 2025 (Alib/PWMU.CO)

PWMU.CO – Siswa SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, Reyhan Iftitan Ramadhanu (Reyhan X.4), berhasil lolos sebagai salah satu peserta Rembuk Anak Kabupaten 2025. Acara ini digelar pada Senin (21/7/2025) di Pelinggihan Dinas Pariwisata (Dispar) Banyuwangi.

Rembuk Anak Kabupaten merupakan program kolaboratif Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pariwisata Banyuwangi yang membuka kesempatan bagi pelajar berusia 14–18 tahun untuk bergabung sebagai bagian dari forum anak daerah. Informasi rekrutmen diumumkan melalui akun Instagram @bappedabwi pada awal Juli 2025. Hanya 50 peserta dari seluruh Banyuwangi yang diterima mengikuti forum ini.

Setiap pendaftar diwajibkan mengisi formulir melalui tautan khusus dan menyertakan karya tulis, baik berupa puisi, artikel, opini, atau karya sejenis. Lebih dari 200 pelajar mendaftar. Reyhan lolos seleksi dengan mengirimkan artikel berjudul “Mencegah Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Masa Kini.”

Bahas Bullying dan Pergaulan Bebas

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan dibuka oleh Dr Arie Cahyono SSTP MSi, Ketua Forum Anak Provinsi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari 50 peserta yang dinyatakan lolos, satu peserta berhalangan hadir karena sakit.

Sebelum menyampaikan materi, Arie menyapa peserta dengan hangat. Suasana forum pun cepat mencair dan menjadi interaktif. Ia membahas dua ancaman serius yang dihadapi remaja saat ini: pergaulan bebas dan bullying konvensional.

“Meski belum ada data khusus untuk Banyuwangi, tren nasional menunjukkan meningkatnya kasus seks pranikah di kalangan remaja, paparan konten dewasa tanpa pengawasan, dan lemahnya komunikasi dalam keluarga,” ujarnya. Ia juga menyinggung kasus perundungan yang berujung pada bunuh diri, seperti yang menimpa seorang anak yatim.

Reyhan siswa SMA Muha Genteng bersama Bupati Ipuk Fiestiandani di acara Rembuk Anak Banyuwangi 2025 (Alib/PWMU.CO)

Pesan Bupati Banyuwangi

Setelah sesi materi dan diskusi dari BPSDM Jatim, acara dilanjutkan dengan istirahat salat dan makan siang (ishoma). Tepat pukul 13.00 WIB, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir didampingi sejumlah kepala dinas, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebelum memberikan sambutan, Bupati menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim warga sekitar lokasi acara. Dalam pidatonya, Ipuk menyampaikan apresiasi kepada para peserta Rembuk Anak.

“Kalian semua adalah anak-anak luar biasa. Jadilah pelopor di sekolah masing-masing untuk menyuarakan isu-isu penting, khususnya tentang bullying dan seks bebas,” pesannya.

Usai memberikan sambutan, Bupati berpamitan karena harus mengikuti agenda Zoom bersama Presiden Prabowo. Acara Rembuk Anak Banyuwangi 2025 ditutup sekitar pukul 13.30 WIB, dan seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing. (*)

Penulis Abdul Muntholib Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu