Raihan Ihsan Pradana, siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi), kembali mengharumkan nama sekolah dengan torehan prestasi tingkat nasional. Ia berhasil meraih medali perak bidang Kimia dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.
Prestasi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 9521 Tahun 2025.
Kompetisi yang berlangsung di Tangerang, Banten pada Senin-Jumat (10-14/11/2025) itu diikuti ribuan peserta terbaik dari seluruh provinsi. Raihan tampil gemilang melalui serangkaian ujian teori, eksperimen, hingga presentasi ilmiah yang menantang sehingga menempatkannya sebagai salah satu peserta terbaik nasional.
Olimpiade Madrasah Indonesia merupakan kompetisi akademik tingkat nasional yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan pada bidang sains, matematika, sosial, dan keagamaan. Meski berorientasi madrasah, kompetisi ini juga terbuka bagi sekolah umum tertentu melalui jalur kemitraan dan seleksi daerah.
Seleksi OMI dimulai dari Babak Daerah berupa tes sains komprehensif yang diselenggarakan Kanwil Kemenag masing-masing provinsi. Peserta dengan nilai tertinggi kemudian melaju ke tingkat nasional. Raihan berhasil melewati seluruh tahapan tersebut berbekal pemahaman konseptual dan analisis yang kuat.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Raihan menjadi bukti komitmen SMA Muhi dalam meningkatkan kualitas akademik dan mencetak generasi muda berprestasi.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, serta dukungan seluruh lingkungan sekolah. Kami berkomitmen memperluas pembinaan olimpiade dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Herynugroho menambahkan bahwa kompetisi menjadi sarana penting bagi pelajar untuk menempa kedisiplinan, daya saing, dan kemampuan berpikir kritis. Ia menegaskan bahwa ilmu sains memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang adaptif dan inovatif.
“Sains bukan hanya kumpulan rumus, tetapi cara berpikir. Penguasaan sains membuat siswa lebih siap menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Sementara itu, Raihan mengungkapkan rasa syukur dan bangga bisa membawa pulang medali perak untuk sekolah dan daerahnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, orang tua, guru pembimbing, dan seluruh civitas SMA Muhi atas dukungan yang diberikan.
“Ini bukan hanya prestasi saya, tetapi hasil doa dan dukungan semua pihak. Saya bersyukur kepada Allah SWT yang memudahkan setiap prosesnya,” tuturnya.
Dalam wawancara, Raihan juga menyinggung makna syukur dalam perspektif Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk berpikir, meneliti, dan memanfaatkan akal sebagai bentuk syukur.
Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi siswa lain untuk terus berjuang meraih mimpi melalui ilmu pengetahuan dan sikap rendah hati.
Dengan capaian ini, SMA Muhi semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah unggulan yang konsisten mencetak prestasi nasional.
Keberhasilan Raihan ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus memperkuat budaya akademik yang kompetitif, religius, dan berkarakter. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments