SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada 2025, sekolah ini meraih peringkat ketiga nasional hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA Muhammadiyah se-Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik peserta didik. Prestasi ini merupakan hasil proses pembelajaran yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan sejak peserta didik memasuki kelas X.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur kemampuan akademik murid secara komprehensif, khususnya pada aspek literasi membaca dan numerasi. TKA dirancang untuk menilai kemampuan berpikir kritis, penalaran logis, pemahaman informasi, serta pemecahan masalah berbasis konteks nyata.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menjelaskan bahwa hasil TKA memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan lanjutan.
“Hasil TKA tidak hanya mencerminkan kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen seleksi masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian peringkat nasional tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah.
“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Namun, hasil TKA juga menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ungkapnya.
Prestasi tersebut sejalan dengan visi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam mencetak kader dan pemimpin masa depan sesuai tagline Cadre and Leader, yakni lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, dan berjiwa kepemimpinan.
Dalam mendukung capaian ini, sekolah telah mengembangkan program pelatihan soal literasi dan numerasi sejak kelas X. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dan diperkuat dengan bimbingan intensif persiapan TKA bagi siswa kelas XII.
Pelatihan literasi dan numerasi bertujuan meningkatkan kemampuan memahami teks kompleks, menganalisis data, berpikir logis, serta mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin membekali murid tidak hanya untuk menghadapi ujian, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis yang bermanfaat di perguruan tinggi dan masyarakat,” tambahnya.
Pada pelaksanaan TKA 2025, seluruh siswa kelas XII dari 12 kelas mengikuti tes ini. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan keseriusan sekolah dalam menjaga mutu lulusan secara merata.
Dengan raihan peringkat ketiga nasional ini, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat perannya sebagai sekolah Muhammadiyah pencetak kader dan pemimpin bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments