
PWMU.CO – Tim paduan suara SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Smamda Voice, bertolak ke Bali untuk mengikuti ajang Bali International Choir Festival (BICF) ke-14. Rombongan berangkat menggunakan armada bus dari halaman sekolah pada Ahad sore (27/7/2025).
“Kami akan mengikuti ajang Bali International Choir Festival ke-14 di Bali mulai 29 Juli sampai 2 Agustus 2025,” ujar Juliarto Joedi Wahjono, Pembina Smamda Voice.
Ia menjelaskan, tim yang akan berlaga di BICF 14th merupakan gabungan antara tim Singapura dan Bali. Sebagian anggota tim Singapura masih duduk di bangku kelas XII, sedangkan tim Bali adalah tim baru yang belum pernah mengikuti lomba, berasal dari kelas XI.
“Insyaallah tim dalam performa yang baik. Semua siap berlaga dengan penuh semangat,” tambahnya. Sosok yang akrab disapa Papa Yudi itu menambahkan, total ada 43 siswa yang tergabung dalam tim, didampingi oleh empat pelatih.
Smamda Voice telah menyiapkan enam lagu, lima berasal dari Indonesia dan satu lagu dari Spanyol. “Kami berusaha sebaik mungkin untuk bisa membawa anak-anak memperoleh hasil terbaik, seperti pada kompetisi sebelumnya,” ujarnya.
Pada kompetisi kali ini, Smamda Voice tidak melalui babak penyisihan. Mereka langsung masuk ke babak Championship. Hal ini merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian mereka di ajang kompetisi sebelumnya di Singapura.
“Saat kami beri tahu anak-anak bahwa Smamda Voice tidak melalui babak kompetisi tapi langsung babak Championship, mereka jadi pucat. Merasa beratnya bertanding dengan para juara,” tutur Papa Yudi.
Meski demikian, ia tetap optimistis. “Namun dilihat dari performa tim saat ini masih sama dengan tim saat di Singapura. Insyaallah bisa juara lagi,” lanjutnya.
Sajikan Lagu Daerah hingga Internasional
Enam lagu yang akan dibawakan Smamda Voice dalam ajang BICF 14th adalah sebagai berikut:
- Izar Ederrak, lagu asal Spanyol, aransemen Josu Elberdin.
- Indonesia Pusaka, aransemen Juliarto Joedi Wahjono.
- Paris Barantai, aransemen Ken Steven.
- Bungong Jeumpa, aransemen Amillio Fahlevi.
- Keraben Sape, aransemen Juliarto Joedi Wahjono.
- Tanah Airku, aransemen Juliarto Joedi Wahjono.
Dari keenam lagu tersebut, seluruhnya akan ditampilkan tanpa properti, kecuali lagu Keraben Sape. Lagu khas Madura ini mengisahkan tentang kemeriahan Festival Kerapan Sapi, sebuah tradisi budaya yang lekat dengan masyarakat Madura.
“Di akhir lagu, semua penyanyi laki-laki menghentakkan pecut sehingga terdengar bunyi ‘cettar’. Ini persis gaya para laki-laki Madura saat melepas sapi kerapan di perlombaan Piala Presiden,” pungkas Papa Yudi.
Semoga tim Smamda Voice dapat memberikan penampilan terbaik dan kembali membawa pulang medali emas. (*)
Penulis Moh Ernam Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments