Bagi sebagian pelajar, panggung kepemimpinan sering terasa jauh. Namun pagi itu (24/11/2025), Masjid Sabilul Muttaqin berubah menjadi ruang lahirnya keberanian baru—tempat Bidang Advokasi Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tidak hanya mengatur jalannya acara, tetapi juga menguji diri mereka sendiri sebagai calon pemimpin masa depan.
Dalam upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar, SMA Muhammadiyah 8 Gresik menggelar kuliah tamu bertema “Mencetak Leaderpreneur Muda: Pelatihan Terpadu Kepemimpinan, Visioner, dan Inovasi Bisnis bagi Siswa”.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri dari Universitas Muhammadiyah Gresik, yaitu Abdul Kadir Alamufi, S.E., M.M. dan Abi Hanif Dzulquarnain, S.KM., M.SM. Dimulai pukul 08.30–09.45 WIB, acara berlangsung dinamis dan disambut antusias oleh siswa-siswi Smamdela.
Menjadi panitia penyelenggara, Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik PR IPM Smamdela mengambil peran strategis.
Selain memastikan acara berjalan lancar sebagai kepanjangan tangan sekolah, mereka juga menjadikan momentum ini sebagai ruang latihan kepemimpinan dan penguatan program advokasi pelajar yang selama ini mereka jalankan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Aluno Kenathra, siswa kelas X sekaligus anggota PR IPM Smamdela.
“Bagi kami, terkhusus mewakili rekan-rekan di Bidang Advokasi, kegiatan ini seperti menyerang dua sasaran sekaligus. Kami membantu sekolah menyukseskan acara, tapi di saat yang sama kami juga menjalankan program advokasi pelajar untuk memperkuat keberanian, pola pikir visioner, dan jiwa kepemimpinan teman-teman,” terangnya.
Ia melanjutkan bahwa pendekatan diskusi dan simulasi sengaja dipilih agar siswa tidak hanya menjadi pendengar.
“Teman-teman harus merasakan sendiri apa itu merancang ide bisnis, bagaimana memimpin, dan bagaimana menyampaikan pendapat. Ini bukan teori saja, tapi latihan nyata supaya kami siap jadi leaderpreneur,” ujar Aluno.
Melalui sesi interaktif tersebut, para siswa diajak mengenali tantangan dalam membangun usaha, menyusun ide sederhana, hingga berani menyampaikan gagasan di depan audiens.
Menurut Aluno, kesempatan seperti ini penting karena bisa membuka ruang aspirasi dan membuat pelajar sadar bahwa mereka punya potensi besar untuk jadi pengusaha muda yang inovatif.
Pada akhirnya, Bidang Advokasi dan pihak sekolah berharap kegiatan ini melahirkan generasi leaderpreneur yang adaptif, cerdas, dan berani membawa perubahan.
Bagi IPM, advokasi bukan hanya menyuarakan isu, tetapi membangun kapasitas pelajar agar tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berdaya dan bermanfaat bagi sekolah maupun masyarakat.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments