SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kegiatan study research di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (19/1/2026). Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya mempelajari budidaya pertanian, tetapi juga pengolahan hasil perikanan sebagai bagian dari penguatan keterampilan kewirausahaan.
Salah satu materi yang dipelajari siswa Smamita adalah pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi dan siap saji. Kali ini, para siswa mendapatkan pelatihan mengolah ikan tuna menjadi nugget yang bernilai ekonomis.
Pemateri dalam kegiatan tersebut, Zulfikar Alvin Naufal, S.P., menjelaskan pentingnya mengenali jenis ikan sebelum diolah. Ia menerangkan perbedaan antara ikan tuna, cakalang, dan tongkol yang kerap disalahartikan masyarakat.
“Perbedaan paling terlihat ada pada ukurannya. Ikan tuna berukuran besar dan beratnya bisa mencapai 350 kilogram. Ikan cakalang berukuran sedang, sedangkan tongkol lebih kecil dengan tubuh ramping,” jelasnya.
Setelah itu, Zulfikar memaparkan tahapan pembuatan nugget tuna. Langkah pertama adalah menyiapkan potongan daging ikan tuna, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu hingga menjadi adonan nugget. Adonan tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam loyang atau cetakan yang telah dialasi plastik serta diolesi minyak agar mudah dikeluarkan.
Adonan kemudian dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga matang. Setelah dingin, adonan dipotong sesuai selera dengan ukuran yang seragam.
Potongan nugget selanjutnya dibalur ke dalam kocokan telur yang telah dicampur air dan tepung terigu. Setelah itu, nugget digulingkan ke tepung panir hingga seluruh permukaannya tertutup rata.
“Jika ingin langsung dikonsumsi, nugget bisa digoreng hingga kuning keemasan. Namun, bila ingin disimpan, goreng setengah matang terlebih dahulu agar bisa disimpan di dalam freezer,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Smamita berharap siswa semakin memahami pengolahan hasil pangan sekaligus terdorong mengembangkan produk kreatif yang berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments