SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kegiatan study research di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan membudidayakan tanaman di lingkungan yang minim lahan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa Smamita mendapatkan materi langsung dari Sri Zunaini Sa’adah, S.P., yang menjelaskan teknik dasar budidaya tanaman, khususnya sayuran, dengan memanfaatkan ruang terbatas.
Sri menekankan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Berbagai wadah yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media tanam.
“Kita bisa menggunakan pot maupun barang bekas, seperti botol, gelas, hingga galon air minum,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa langkah awal dalam budidaya tanaman adalah pembibitan. Bibit yang digunakan harus unggul dan disiapkan secara terpisah dalam satuan wadah. Menurutnya, Jawa Timur memiliki sejumlah daerah yang telah menjadi sentra pembibitan, seperti Batu, Malang, dan Lamongan.
Tahap berikutnya adalah penyediaan media tanam. Media yang digunakan harus dalam kondisi basah dan subur agar mampu mendukung pertumbuhan bibit secara optimal. Setelah itu, bibit dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
Sri mengingatkan agar penyiraman tidak dilakukan secara berlebihan.
“Jika terlalu sering disiram, bibit justru bisa rusak,” ujarnya.
Selain penanaman, pemeliharaan tanaman juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mulai dari kondisi tanaman hingga media tanamnya. Apabila seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur, maka proses terakhir adalah memanen hasil budidaya.
Melalui kegiatan study research ini, Smamita berharap para siswa semakin memahami pentingnya pertanian modern dan mampu menerapkan konsep urban farming di lingkungan sekolah maupun rumah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments