Budaya yang diterapkan di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menjadi pembiasaan positif bagi seluruh siswa dalam meraih kesuksesan. Tiga pilar utama Smamita, yaitu Excellent Islamic School, Excellent Quality Academic, Global Insight (Sekolah Islam Unggul, Kualitas Akademik Unggul, Wawasan Global), menjadi landasan dalam setiap aktivitas.
Dalam keseharian, Smamita membiasakan siswa menggunakan Password of The Week serta melatih penggunaan bahasa asing. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa sekaligus memperluas wawasan global.
Pembiasaan tersebut juga membentuk daya juang tinggi bagi siswa. Setiap pagi, Smamita melibatkan tiga ortom, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci, dalam aktivitas kedisiplinan. Mereka berdiri di depan pintu sekolah untuk menyambut teman-temannya sekaligus menegakkan aturan bersama para guru.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Smamita, Wahyu Bimas Kurnisandi SIKom, menjelaskan bahwa setiap pagi siswa diajak untuk menumbuhkan semangat juang dan kedisiplinan. “Sebelum pembelajaran, seluruh siswa diwajibkan datang tepat waktu dan memakai atribut lengkap yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Saat memasuki gerbang utama, siswa menyapa serta berjabat tangan dengan guru dan perwakilan tiga ortom. Selain itu, mereka juga menunjukkan Password of The Week yang ditampilkan melalui layar smart TV.
Pada pagi ini, Selasa (19/8/2025), tema yang diangkat adalah Dare to Begin (Berani Memulai). Tema ini mengajak siswa untuk memiliki keberanian mengambil langkah, meskipun ada rasa takut, keraguan, atau ketidakpastian.
“Berani mencoba berarti siap mengambil peluang dan menghadapi tantangan tanpa terlalu takut pada kegagalan. Siswa tidak ragu mempraktikkan ilmu, mengikuti kegiatan baru, atau mengerjakan tugas secara kreatif meskipun hasilnya belum tentu sempurna,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, sikap berani mencoba menunjukkan penghargaan terhadap proses belajar sebagai pengalaman berharga, bukan semata hasil akhir. “Dalam keberanian mencoba, ada semangat keluar dari zona nyaman, keinginan mempelajari hal baru, serta kesiapan menerima masukan atau kritik untuk perbaikan diri,” terangnya.
Contoh sederhana dari sikap ini, lanjutnya, adalah ikut lomba meski belum pernah menang, berbicara di depan umum meski masih gugup, atau memulai proyek kecil walau belum yakin hasilnya.
“Dengan berani mencoba, siswa akan melatih mental pantang menyerah, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka pintu kesempatan yang sebelumnya tertutup. Intinya, berani mencoba adalah langkah penting menuju perkembangan diri. Tanpa mencoba, kita tidak akan pernah tahu seberapa jauh kemampuan yang kita miliki,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments