Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamita Gandeng Disdukcapil, Urus e-KTP Kini Lebih Praktis untuk Siswa

Iklan Landscape Smamda
Smamita Gandeng Disdukcapil, Urus e-KTP Kini Lebih Praktis untuk Siswa
Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Drs. Reedy Kusuma, M.A sedang melihat proses pembuatan KTP siswa di Ruang Demokrasi. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Dalam rangka mempermudah layanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi siswa, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan bertajuk Goes to School Layanan Jemput Bola Roadshow ke SMA-SMK se-Kabupaten Sidoarjo ini berlangsung di Ruang Demokrasi, lantai 2, pada Kamis (2/10/2025).

Program difokuskan pada layanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi siswa yang telah berusia 17 tahun. Sementara itu, siswa berusia 16 tahun tetap dilakukan pencatatan data.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini diikuti sekitar 182 siswa. Selain siswa, para wali murid juga menyambut baik program ini. Para siswa merasa terbantu karena tidak perlu lagi mengurus sendiri ke kecamatan atau mal pelayanan publik.

Proses perekaman data dilakukan langsung oleh petugas Disdukcapil dengan sistem jemput bola sehingga lebih praktis dan efisien. Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut.

“Layanan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Selain meringankan waktu dan tenaga, juga memberikan pengalaman berharga kepada mereka tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan resmi,” ujarnya.

Ini menjadi pertama kalinya siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman melakukan pendataan bagi siswa berusia 17 tahun yang langsung bisa memiliki e-KTP.

“Bagi siswa yang usianya masih kurang dari 17 tahun, nantinya proses pengambilan e-KTP akan dibantu pihak sekolah. Siswa cukup menunggu di sekolah sesuai tanggal lahirnya saat berusia 17 tahun,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Disdukcapil, yang telah menghadirkan layanan ini di Smamita. “Program ini mempermudah aktivitas siswa dalam melakukan perekaman e-KTP sehingga tidak mengganggu pelajaran maupun aktivitas di jalan yang berpotensi membahayakan,” jelasnya.

Waka Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Taman, Wahyu Bimas Kurniasandi, SIKom, juga mengapresiasi program tersebut. “Ada sekitar 182 siswa yang mendaftar, mulai kelas X hingga XII. Untuk kelas XII sebagian sudah memiliki e-KTP. Anak-anak yang belum kita arahkan untuk membuat KTP. Program ini juga mencakup siswa berusia 16 tahun, yang tetap dilayani Disdukcapil sebatas pendataan,” terangnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia berharap program ini bisa berlanjut tahun depan. “Menurut saya, program ini sangat luar biasa. Sekolah merasa sangat terbantu karena siswa tidak perlu izin keluar sekolah untuk mengurus e-KTP,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, Drs. Reedy Kusuma, M.A, menegaskan bahwa program jemput bola ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya administrasi kependudukan yang tertib dan valid.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan seluruh siswa Smamita yang sudah memenuhi syarat dapat segera memiliki e-KTP. Hal ini mendukung kebutuhan administrasi mereka, baik untuk pendidikan, layanan publik, maupun kepentingan lainnya di masa mendatang.

“Program aktivasi identitas kependudukan digital ini menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Sidoarjo setiap pekan dengan menyasar sekolah-sekolah. Tujuannya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan,” ujarnya.

Menurutnya, layanan tidak hanya sebatas e-KTP fisik, tetapi juga IKD yang dapat diakses melalui smartphone berbasis Android maupun iOS. “Selain KTP digital, juga ada Kartu Keluarga dengan barcode serta akta kelahiran yang bisa diakses melalui layanan IKD selama 24 jam. Ada sekitar 10 jenis layanan yang kami buka, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kecamatan atau mal pelayanan publik,” jelasnya.

Proses perekaman membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 30 menit sampai siap cetak, karena sistemnya terpusat di Jakarta. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada SMA Muhammadiyah 1 Taman yang telah memfasilitasi. Dengan kegiatan ini, capaian target kinerja kami juga semakin terbantu,” pungkasnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap para siswa yang telah memiliki e-KTP dapat bijak dalam bermedia sosial. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu