Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamita Mantapkan Program Studi ke Jerman, Wali Siswa Diajak Diskusi Intensif

Iklan Landscape Smamda
Smamita Mantapkan Program Studi ke Jerman, Wali Siswa Diajak Diskusi Intensif
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, M.IKom. menyampaikan pedan kepada wali siswa dalam Program Double Track ke Jerman. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi siswa menyiapkan masa depan yang berwawasan global. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi lanjutan dan diskusi persiapan studi lanjut ke luar negeri yang melibatkan wali siswa. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Demokrasi lantai 2 pada Jumat (19/12/2025).

Program ini merupakan bagian dari kerja sama Smamita dengan Hochschule Furtwangen University (HFU) Jerman. Selain itu, Smamita juga mengembangkan Program Double Track ke Jerman hasil kolaborasi dengan Matahari Global Edu (MGE) yang berada di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan yang diikuti sekitar 35 siswa beserta wali siswa ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang, jalur, serta persiapan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan universitas, persyaratan akademik dan bahasa, proses pendaftaran, hingga gambaran adaptasi kehidupan di lingkungan internasional.

Melalui program ini, siswa memiliki kesempatan menempuh pendidikan profesi sekaligus pelatihan industri di Jerman. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyu Bimas Kurniasandi, S.IKom, menjelaskan bahwa sejak awal program ini diinformasikan sebagai salah satu opsi bagi siswa agar memiliki lebih banyak pilihan setelah lulus.

“Sejak awal kami sampaikan bahwa program ini menjadi salah satu pilihan bagi siswa Smamita, sehingga setelah lulus mereka tidak hanya memiliki satu opsi melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau swasta di dalam negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Smamita juga memberikan alternatif melalui Program Double Track yang dinilai sebagai peluang sangat baik. Program ini merupakan kali pertama Smamita menyelenggarakan Double Track bekerja sama dengan Matahari Global Edu di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Program ini dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah karena kondisi pendidikan dan dunia kerja di Jerman berbeda dengan Indonesia. Di sana tersedia banyak peluang kerja, sementara akses pendidikan juga sangat terbuka. Peluang ini ditangkap oleh PP Muhammadiyah agar siswa-siswi Muhammadiyah memiliki kesempatan memperoleh pendidikan berwawasan global,” jelasnya.

Menurutnya, Smamita berharap siswa tidak hanya memiliki pengetahuan dalam konteks nasional, tetapi juga wawasan internasional. Smamita menjadi salah satu sekolah yang mendapat kesempatan tersebut karena dinilai selaras dengan visi dan misi sekolah dalam mengembangkan program Double Track.

“Saat ini sekitar 35 siswa telah mendaftar. Jumlah ini cukup banyak mengingat program ini baru pertama kali dilaksanakan. Program ini bukan program sembarangan karena memerlukan pembiayaan, namun biayanya relatif lebih terjangkau dibandingkan melalui agensi lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa Program Double Track tidak hanya bertujuan agar siswa lulus S1 atau mengikuti pelatihan industri di Jerman, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan studi S2 di negara tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ausbildung atau Double Track ini merupakan program pendidikan, bukan program ketenagakerjaan. Anak-anak berangkat dengan visa belajar, bukan visa kerja. Pemerintah Jerman memang menyiapkan program Ausbildung sebagai jalur pendidikan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui Matahari Global Edu dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, siswa yang mengikuti program ini akan menjalani pelatihan industri di Jerman sekaligus menempuh kuliah S1 secara daring di beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan kampus Muhammadiyah lainnya. Adapun jurusan yang dapat diambil antara lain teknik industri, manajemen, dan keperawatan.

Sementara itu, Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, M.IKom, menyampaikan bahwa keterlibatan wali siswa menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan siswa. Sinergi antara sekolah dan orang tua diharapkan mampu memberikan motivasi, arahan, serta dukungan maksimal bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri.

“Kami membuka kesempatan ini bagi siswa yang benar-benar memiliki minat dan kesiapan. Tidak semua sekolah Muhammadiyah mendapatkan peluang yang sama. Harapannya, ke depan siswa Smamita tidak hanya mampu lulus S1, tetapi juga dapat melanjutkan S2 di Jerman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Ausbildung menjadi sarana pembekalan keterampilan di Jerman. Kondisi minimnya tenaga kerja di negara tersebut mendorong pemerintah Jerman menghadirkan program Double Track, yang kemudian dimaksimalkan oleh PP Muhammadiyah sebagai peluang studi luar negeri bagi siswa Muhammadiyah.

Antusiasme para wali siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait perencanaan pendidikan, kesiapan mental, hingga pembiayaan studi ke luar negeri.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Smamita berharap siswa semakin percaya diri dalam mempersiapkan studi lanjut ke luar negeri serta mampu mencetak lulusan yang berwawasan global, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat internasional. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu