
SMA Muhammadiyah 4 (Smampat) Sidayu Gresik menggelar acara nobar film RA Kartini, Senin (21/4/2025). (Chilmiyati/PWMU.CO).
PWMU. CO – SMA Muhammadiyah 4 (Smampat) Sidayu Gresik menggelar acara nonton bareng film RA Kartini usai upacara bendera, Senin (21/04/2025).
Pukul 08.00 WIB, acara nobar film RA Kartini bermula dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.
Lebih lanjut, agenda nobar ini terlaksana di aula sekolah KH Ahmad Dahlan. Ada sebanyak 56 siswa kelas Fase E dan F serta 10 guru yang ikut mendampingi.
Jas Merah
Dalam sambutannya, Guru Sejarah Ahmad Yani MPd mengatakan jangan pernah melupakan sejarah. Pasalnya, sejarah itu sangat penting bagi kehidupan manusia dan kehidupan suatu bangsa.
Salah satu peristiwa sejarah yang penting ialah perjuangan RA Kartini dalam mengangkat harkat serta martabat kaum wanita. Selain itu, sekaligus menuntut adanya emansipasi wanita secara proporsional dan beradab.
Hal ini bisa menjadi bukti untuk mengenang jasa dan pengabdian RA Kartini bagi generasi muda zaman sekarang. Selain itu, pentingnya mengambil hikmah dan keteladanan dari sosok RA Kartini bagi wanita-wanita masa kini.
“Misalnya, mempunyai cita-cita yang tinggi, semangat belajar, dan pelopor kemajuan” katanya.
Guru Pendidikan Pancasila Binti Umami Muthi’ullah SPd menambahkan film “Kartini” (2017) mengisahkan kehidupan Raden Ajeng Kartini, pelopor emansipasi wanita Indonesia.
Film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Kartini dan Christine Hakim sebagai ibunya, MA Ngasirah.
Film ini memiliki kekuatan dalam penyampaian cerita, akting yang kuat, dan sinematografi yang memukau. Kartini diperankan dengan baik oleh Dian Sastro, menampilkan kedalaman dan nuansa karakter.
Sinematografi film ini juga sangat bagus, dengan teknik pengambilan gambar yang imersif dan mampu membawa penonton ke era awal abad ke-20.
Film ini tetap menjadi tontonan yang inspiratif dan memotivasi. Secara keseluruhan. Film Kartini adalah sebuah karya yang baik dan patut ditonton oleh mereka yang tertarik dengan sejarah, hak-hak perempuan, dan budaya Indonesia.
Berikutnya, film ini berhasil menyampaikan pesan Kartini tentang pemberdayaan dan kesetaraan. “Film ini sangat layak menjadi tontonan bagi masyarakat luas terutama para pelajar” tambahnya.
Harapannya, dengan menonton film tersebut siswa bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan dan masyarakat. Juga, meningkatkan semangat siswa dapat termotivasi lebih giat belajar dalam mencapai cita-cita mereka.
Selain itu, semoga siswa dapat memahami pentingnya kesetaraan gender dan menghargai hak-hak perempuan.(*)
Penulis Chilmiyati, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments