SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) kembali menghadirkan terobosan pendidikan karakter yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.
Melalui langkah inovatif yang memadukan budaya lokal dengan kepedulian sosial, sekolah ini mengubah kegiatan Ujian Karakter Munakahat, Selasa (9/12/205), menjadi aksi solidaritas untuk korban bencana banjir di Sumatera.
Ujian Karakter Munakahat merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti setiap siswa sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Biasanya, kegiatan ini berupa simulasi akad nikah lengkap dengan rangkaian adatnya. Namun tahun ini, Smamsatu menambahkan sentuhan khas yang membuatnya lebih bermakna—yakni praktik “buwoh” ala tradisi Jawa.
Dalam budaya Jawa, buwoh merupakan bentuk pemberian dari tamu undangan kepada pasangan pengantin, baik berupa uang maupun barang.
Smamsatu mengadopsi konsep tersebut, tetapi dengan arah yang lebih mulia: seluruh buwoh wajib dari siswa tidak diberikan kepada “pengantin” simulatif, melainkan disalurkan sebagai infaq kemanusiaan melalui Kantor Layanan Lazismu Smamsatu Gresik (KLL Smamatu).
Guru senior Smamsatu Gresik, KH. Anas Thohir, M.Pd.I, menegaskan bahwa konsep ini merupakan komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi.
“Kami ingin mendidik siswa bahwa karakter luhur itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Konsep buwoh ini adalah jembatan: mereka belajar tradisi, tetapi output-nya adalah kepedulian universal. Ini cara elegan mengajarkan bahwa membantu sesama adalah bagian dari ujian kehidupan mereka,” ujar Kiai Anas.
Ketua KLL Smamasatu Gresik, Rahmya Rosintan, M.Psi, menambahkan, setiap donasi dari siswa akan dikelola dengan penuh amanah dan transparansi.
“Setiap rupiah dari buwoh siswa ini adalah infaq yang tulus. Kami pastikan hasilnya disalurkan langsung untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra. Ini bukti bahwa anak-anak Smamsatu memiliki jiwa filantropi yang tinggi,” jelasnya.
Contoh Bagi Sekolah Lain
Inovasi Smamsatu menghadirkan banyak nilai penting yang layak menjadi contoh bagi sekolah lain di Indonesia:
1. Integrasi Pendidikan Karakter dan Filantropi
Siswa belajar nilai-nilai luhur bukan hanya dalam teori, tetapi melalui pengalaman nyata berbagi dan membantu.
2. Pelestarian Budaya Lokal
Tradisi buwoh diperkenalkan kembali dalam konteks modern dan relevan bagi generasi muda.
3. Penggalangan Dana yang Efektif dan Berkesinambungan
Kegiatan rutin sekolah mampu dioptimalkan menjadi aksi kemanusiaan yang terstruktur dan berdampak nyata.
Apa yang dilakukan Smamsatu Gresik melampaui konsep penggalangan dana biasa. Program “Buwoh Kemanusiaan” ini adalah pernyataan tegas bahwa pendidikan karakter sejati harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekolah berhasil mengubah rutinitas kurikulum menjadi momentum penting untuk menanamkan kepedulian, empati, dan nilai luhur yang melekat seumur hidup pada siswa.
Dengan konsep yang unik, elegan, dan mengena, Smamsatu Gresik kembali membuktikan bahwa institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang inspiratif. Upaya ini sekaligus membuka jalan bagi model pendidikan karakter yang lebih kontekstual, kreatif, dan berdampak. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments