Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamuga Hidupkan Semangat Kartini Lewat Lomba Kreatif dan Pakaian Adat

Iklan Landscape Smamda
Smamuga Hidupkan Semangat Kartini Lewat Lomba Kreatif dan Pakaian Adat
pwmu.co -
Semangat hari Kartini 2025, guru Smamuga kenakan Kebaya Nusantara (Zulkifli/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana halaman SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan, Sidoarjo, terasa istimewa pada Senin (21/4/2025) pagi. Dalam balutan busana adat dari berbagai penjuru nusantara, ratusan siswa-siswi tampak antusias mengikuti peringatan Hari Kartini melalui kegiatan Apel dan Lomba Kesenian Daerah yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamuga.

Apel pagi dimulai pukul 06.50 WIB, setelah kegiatan ngaji morning. Dengan penuh khidmat, para siswa diarahkan menuju halaman sekolah dan membentuk barisan rapi dalam balutan busana adat yang memukau. Para siswi tampak anggun mengenakan kebaya, sementara para siswa tampil gagah dalam pakaian adat lengkap dengan sepatu formal.

Dalam kegiatan apel ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Delta Surya Ni Wahyu MPd bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pidato yang sarat makna. Dalam amanatnya, ia mengangkat kembali semangat perjuangan R.A. Kartini yang menentang keterbatasan peran perempuan pada masa kolonial.

“Dulu, perempuan hanya diperbolehkan menyapu, mengepel, dan menjaga rumah. Namun Kartini hadir membawa suara kebebasan, memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan. Oleh sebab itulah ia dijuluki sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya RA Kartini, Delta juga menyebut Nyai Ahmad Dahlan sebagai sosok teladan emansipasi dari kalangan Muhammadiyah.

“Nyai Walidah Dahlan berhasil mendirikan ribuan lembaga pendidikan, panti asuhan, hingga rumah sakit. Ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan, jika diberi ruang, mampu setara dan bahkan melampaui batasan-batasan sosial,” tuturnya.

Delta pun menegaskan bahwa memperingati Hari Kartini tidak cukup hanya dengan mengenakan pakaian adat. Hal yang lebih penting menurutnya adalah meneladani semangat belajar dan perjuangan Kartini, sebagaimana tertuang dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

“Anak-anak, tugas kalian sebagai pelajar adalah belajar. Lakukan itu dengan sungguh-sungguh. Di sekolah belajar, di rumah patuhilah orang tua. Jika itu kalian jalani, Insyaallah kesuksesan akan datang menghampiri,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.

Kreativitas dalam Kebhinekaan

Usai apel, rangkaian lomba digelar sebagai bentuk ekspresi kreativitas sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya. IPM Smamuga menghadirkan tiga jenis lomba yang unik dan menarik, yakni make up challenge, fashion show khusus untuk siswi, serta lomba estafet tampah yang diikuti oleh siswa laki-laki.

Ketua IPM Smamuga, Mirza Ghulam Ahmad, menyampaikan bahwa rangkaian lomba ini dirancang untuk menghadirkan sesuatu yang baru dan belum pernah diselenggarakan sebelumnya di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menghadirkan lomba yang inovatif, memberikan ruang bagi kreativitas perempuan, sekaligus menghadirkan suasana yang menyenangkan dan meriah,” jelasnya.

Para siswa tampak bersemangat mengikuti lomba ketangkasan Estafet Tampah di lapangan basket sekolah (Zulkifli/PWMU.CO)

Setiap kelas mengirimkan dua siswi untuk lomba make-up, satu siswi untuk fashion show, dan dua siswa laki-laki untuk estafet tampah. Dari kegiatan tersebut, berikut hasil pemenangnya berdasarkan kelas:

Iklan Landscape UM SURABAYA

Estafet Tampah


1. Juara 1 diraih oleh kelas XI B1
2. Juara 2 diraih oleh kelas X.4
3. Juara 3 diraih oleh kelas X.1

Lomba Make Up


1. Juara 1 diraih oleh kelas XI B2
2. Juara 2 diraih oleh kelas XI A2
3. Juara 3 diraih oleh kelas X.4

Lomba Fashion Show


1. Juara 1 diraih oleh kelas X.1
2. Juara 2 diraih oleh kelas XI B1
3. Juara 3 diraih oleh kelas XI A2

Setiap pemenang menerima sertifikat penghargaan serta uang tunai dari sekolah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.

Dukungan Penuh dan Semangat Tak Terbatas

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 panitia, dengan Keyla Anesa Putri dari kelas XI A2 sebagai ketua pelaksana. Meskipun persiapan hanya berlangsung selama delapan hari, semangat panitia tetap membara.

Alhamdulillah, dukungan sekolah sangat luar biasa, dan akhirnya semua kegiatan bisa berjalan lancar,” ungkap Mirza.

Sebagai penutup, Mirza menyampaikan pesan yang mendalam, “RA Kartini adalah simbol perjuangan perempuan Indonesia. Sebagai generasi muda dan umat Islam, kita harus terus menghormati perempuan, terutama ibu kita sendiri. Islam pun telah memuliakan perempuan sejak dahulu.”

Kartini memang telah tiada, namun semangatnya terus hidup, menyala dalam dada generasi muda Smamuga, dari tampah, kebaya, hingga terang yang terus mereka cari. (*)

Penulis Zulkifli Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu