Interactive Flat Panel (IFP) atau Smartboard bantuan Presiden Prabowo resmi diterima oleh SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada Rabu (3/12/2025). Perangkat tersebut diserahkan melalui Kepala Urusan Sarana Prasarana dan Admin sekolah.
Sebelumnya, pihak sekolah menerima pemberitahuan dari pihak JNE terkait pengiriman perangkat tersebut.
“Selamat siang Ibu/Bapak pelanggan JNE terhormat. Kami informasikan bahwa pada hari Senin-Rabu kurir kami berusaha mengantar kiriman Smartboard program milik pemerintah untuk beberapa sekolah di Surabaya atas nama SD Muhammadiyah 6 Gadung dengan nomor resi 19201127251824, terima kasih,” tulis kurir JNE melalui pesan singkat kepada Kepala Sekolah.
Tak lama setelah itu, JNE menyampaikan informasi tambahan bahwa pihak sekolah tidak diperkenankan membuka atau mengoperasikan perangkat sebelum teknisi resmi datang untuk melakukan instalasi dan memberikan pelatihan penggunaan.
Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., menyambut kabar ini dengan antusias.
“Tentunya informasi ini merupakan kabar yang menyenangkan. Semoga dapat menambah semangat para guru dan siswa dalam pembelajaran,” ujarnya.
Pada Rabu siang, perangkat yang dinanti akhirnya tiba di sekolah. Kedatangannya didampingi langsung oleh teknisi resmi, meski sebelumnya sempat muncul keraguan terkait keaslian bantuan tersebut.
Perangkat tersebut diterima langsung oleh Admin sekolah, Warno Wisanggeni, S.H.I., dan Kaur Sarpras, Darmaji.
“Kedatangan kami ke SD Muhammadiyah 6 Surabaya ini untuk melakukan instalasi Smartboard yang baru diterima,” jelas teknisi dari CV Karwa Bersama, Agus Rachmad Sholikin.
Proses instalasi berlangsung cepat. Perangkat Interactive Digital Board yang memiliki tegangan 100-240 V dan mendukung koneksi HDMI berhasil dipasang tanpa kendala.
Agus kemudian menjelaskan langkah pertama sebelum penggunaan, yakni melakukan registrasi dengan memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Setelah NPSN dimasukkan, sistem langsung menampilkan identitas resmi SD Musix sesuai data pada Dapodik.
“Nah, ini data sekolah bapak sudah sesuai dengan data yang ada di Kementerian Pendidikan,” tambahnya.
Selanjutnya, teknisi mengunduh aplikasi Indonesia Pintar yang menjadi aplikasi utama pendukung pembelajaran. Hanya dalam beberapa menit, proses unduhan selesai dan perangkat siap digunakan.
“Sekarang Smartboard ini siap dioperasikan, Pak,” kata Agus sembari mempersilakan admin dan Kaur Sarpras mencoba perangkat tersebut.
Darmaji tampak antusias saat mencoba perangkat.
“Ini persis seperti laptop, ya Pak?,” ungkapnya kagum.
Sebelum meninggalkan sekolah, Agus menyampaikan pesan penting bahwa bantuan IFP ini merupakan bagian dari dukungan Presiden Prabowo dan Kemendikbudristek untuk memperkuat transformasi digital di sekolah.
Perangkat ini hanya boleh digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, karena seluruh aktivitas pada perangkat tersebut terpantau langsung dari pusat.
“Jika penggunaan unit ini tidak sesuai prosedur, maka perangkat dapat ditarik kembali dan bantuan pemerintah lainnya berpotensi dicabut dari sekolah ini,” pesannya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments