Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMK Muda Genteng Peringati Isra’ Mi’raj, Ajak Perbanyak Istighfar

Iklan Landscape Smamda
SMK Muda Genteng Peringati Isra’ Mi’raj, Ajak Perbanyak Istighfar
Siswa SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi memperingati Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW di masjid At-Tanwir. Foto: Taufiqur Rohman/PWMU.CO
pwmu.co -

SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi, memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengajak siswa memperbanyak istighfar, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan berlangsung di Masjid At-Tanwir SMK Muda Genteng, Jalan Hasanudin Nomor 103. Acara diikuti seluruh siswa kelas X dari lima konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Animasi, dan Kuliner.

Dalam peringatan Isra’ Mi’raj kali ini, panitia menghadirkan pemateri Suyanto, S.Pd., dari Banyuwangi. Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB.

Pada awal ceramah, ustaz pendiri SMP Alam Banyuwangi tersebut menyampaikan kisah empat orang yang mendatangi Syekh Kholil Bangkalan. Keempatnya membawa permasalahan hidup yang berbeda dengan harapan memperoleh solusi.

Orang pertama mengadukan masalah ekonomi akibat panen yang sering gagal hingga mengalami paceklik. Orang kedua mengeluhkan usaha yang selalu gagal. Orang ketiga menyampaikan persoalan rumah tangga yang tidak harmonis karena istrinya meninggalkan rumah. Sementara orang keempat mengeluhkan kondisi keamanan kampungnya yang rawan perampokan.

Suyanto menyampaikan bahwa jawaban Syekh Kholil atas seluruh persoalan tersebut adalah memperbanyak istighfar. Ia kemudian membacakan Surah Nuh ayat 10–12 yang berisi anjuran memohon ampun kepada Allah agar rezeki dilapangkan.

Menurutnya, selain istighfar, kunci mendapatkan jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup adalah berdoa dengan membaca Asmaul Husna.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Apakah kalian ingin sukses?” tanyanya, yang dijawab serentak oleh seluruh siswa.

Ia mencontohkan, jika ingin kaya, maka saat berdoa dapat menyebut Asmaul Husna Al-Ghani, yang berarti Allah Mahakaya. Ia juga menganjurkan siswa membiasakan rumus 3S, yakni senyum, salam, dan sahabat sejati.

Selanjutnya, Suyanto menguraikan hikmah Isra Mikraj, mulai dari tahun kesedihan yang dialami Nabi Muhammad SAW hingga datangnya perintah salat lima waktu.

Ia menekankan pentingnya memaksimalkan three capital atau tiga modal kehidupan, yaitu modal material, sosial, dan spiritual. Menurutnya, ketiga modal tersebut harus dijalankan secara sinergis.

Menjelang akhir ceramah, ia berpesan agar para siswa selalu bersemangat dalam mengejar cita-cita dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu