SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kembali menjadi tujuan studi tiru, kali ini dari SMK Muhammadiyah 1 Surabaya pada Jumat (12/9/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta, terdiri dari PCM Simokerto, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga karyawan.
Kehadiran mereka disambut hangat di Ruang Multimedia Kampus 1 sebelum berlanjut dengan sesi berbagi program unggulan, diskusi, serta room tour ke berbagai fasilitas di Kampus 1 dan Kampus 2.
SMK Muhammadiyah 1 Surabaya yang berdiri sejak 1961 memiliki konsentrasi keahlian beragam, di antaranya Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi & Keuangan Lembaga, serta Layanan Perbankan Syariah.
Sekolah ini juga dikenal sebagai Pusat Keunggulan di bidang Ekonomi Kreatif dengan dukungan Samsung Tech Institute. Dalam kunjungan kali ini, mereka berharap dapat mengadopsi praktik terbaik, khususnya dalam pengelolaan Teaching Factory (TEFA) di bidang DKV dan TJKT.
Delapan Konsentrasi Keahlian
Sementara itu, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang berdiri sejak 1975 memiliki delapan konsentrasi keahlian, termasuk Teknik Pemesinan, Teknik Otomasi Industri, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, hingga Teknik Alat Berat.
Keunggulan sekolah ini semakin diakui sejak meraih predikat National Showcase SMK BISA binaan Astra International pada 2022. Berbagai konsentrasi keahlian di sekolah ini didampingi langsung oleh industri, seperti Auto 2000, Astra Honda Motor, hingga PT. United Tractors. Tidak heran bila lulusannya dipersiapkan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Luqman, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kunjungan ini. Menurutnya, studi tiru bukan sekadar meniru, tetapi juga kesempatan berbagi, berkolaborasi, serta memperbarui strategi pengelolaan pendidikan. Peserta pun berkesempatan mengunjungi Bengkel Auto M Servis dan POS AHASS TEFA yang menjadi contoh nyata penerapan TEFA di bidang TKR dan TSM.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua sekolah Muhammadiyah untuk saling belajar. Melalui konsep “Amati, Tiru, Modifikasi”, diharapkan pengelolaan TEFA dan konsentrasi keahlian di Surabaya dapat semakin berkembang. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments