SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mencetak prestasi membanggakan dengan meraih Medali Emas dan Medali Perak di ajang OlympicAD VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) pada Rabu–Sabtu (12–14/2/2026). Medali Emas diraih pada cabang Teknik Kendaraan Ringan, sementara Medali Perak diraih pada cabang Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.
Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) merupakan agenda dua tahunan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah yang menjadi ruang strategis membangun budaya prestasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ajang nasional ini diikuti 8.525 partisipan, terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping dari 36 provinsi dan sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengirim dua peserta dari kelas XII, yaitu Rafly Andika Pratama (Teknik Kendaraan Ringan) dan Gristera Almesta (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor). Berbekal pengalaman sejak kelas X, keduanya berangkat dari Malang menuju Makassar pada Selasa (10/2/2026), didampingi Kepala Sekolah dan guru pembimbing.
Setibanya di Makassar, rombongan langsung melakukan persiapan dan registrasi. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari familiarisasi alat, Senam Anak Indonesia Hebat, hingga Seminar Nasional di Auditorium I-GIFT Menara Iqra. Pembukaan OlympicAD VIII digelar Kamis (12/2/2026) oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir secara daring, serta dihadiri para pimpinan pusat dan wilayah Muhammadiyah.
Lomba dimulai pada Jumat (13/2/2026). Pada cabang Teknik Kendaraan Ringan, peserta mengikuti tes teori dan praktik meliputi Post Engine, Electrical Body, Chasis, dan Drive Train. Sementara pada Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, peserta diuji dalam pemeriksaan dan pembersihan CVT, troubleshooting, hingga perawatan berkala.
Lomba Kompetensi Siswa
Rafly dan Gristera tampil percaya diri dan mampu menyelesaikan setiap tahapan sesuai standar prosedur. Cabang TKR menggunakan soal dan juri dari PT Toyota Astra Motor, sedangkan TBSM menggunakan soal dan juri dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Kompetensi yang mereka peroleh dari Lomba Kompetensi Siswa (LKS) serta pembinaan intensif guru pendamping menjadi modal besar untuk meraih prestasi di tingkat nasional.
Hasilnya, Rafly sukses meraih Medali Emas dan Gristera meraih Medali Perak, bersaing dengan peserta dari 35 provinsi lainnya. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena OlympicAD merupakan debut pertama SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
Kepala sekolah, Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Debut pertama di OlympicAD VIII ini menjadi sarana silaturahmi antar sekolah Muhammadiyah sekaligus penggerak budaya prestasi. Prestasi ini menjadi langkah awal yang baik untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru pendamping serta seluruh civitas akademika atas dukungan dan doa yang diberikan.
Penutupan OlympicAD VIII digelar pada Sabtu (14/2/2026) dengan pengumuman juara. Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) keluar sebagai juara umum, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments