Dunia pendidikan kejuruan kembali menunjukkan langkah progresif dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja global.
Senin (22/12/2025), SMK Muhammadiyah 3 Dolopo secara resmi menjalin sinergi strategis dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menandai babak baru bagi sekolah tersebut, yakni peluncuran program keahlian “Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving”.
Langkah ini diambil sebagai komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga kompeten secara praktis di industri kesehatan.
Pembukaan jurusan baru ini bukan tanpa alasan. Permintaan akan asisten keperawatan dan tenaga caregiver (pendamping lansia/pasien) terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Melalui kemitraan dengan RSI Siti Aisyah, SMK Muhammadiyah 3 Dolopo berupaya menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan standar pelayanan medis terkini.
“Kami ingin kerja sama ini menjadi jembatan nyata bagi para siswa untuk meraih karier cemerlang. Ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk memastikan lulusan kami siap pakai dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Bambang Hariyadi, ST, S.Kom, M.Pd, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Dolopo.
Untuk menjamin kualitas pendidikan yang mumpuni, kesepakatan ini mencakup enam poin krusial yang akan diimplementasikan secara berkelanjutan:
1. Sinkronisasi Kurikulum: Materi pembelajaran di sekolah akan disesuaikan dengan standar industri rumah sakit agar ilmu yang didapat siswa selalu relevan.
2. Pengembangan SDM (Guru Tamu): Tenaga medis ahli dari RSI Siti Aisyah akan hadir di kelas sebagai instruktur untuk membagikan pengalaman nyata kepada siswa.
3. Program Magang Guru dan Siswa: Memberikan ruang bagi tenaga pendidik untuk memperbarui keahlian dan bagi siswa untuk merasakan atmosfer kerja profesional.
4. Praktik Kerja Lapangan (PKL): Siswa mendapatkan akses langsung untuk melakukan praktik di RSI Siti Aisyah Madiun di bawah pengawasan tenaga ahli.
5. Pemanfaatan Peralatan Praktik: Akses terhadap fasilitas medis mutakhir milik rumah sakit guna mendukung simulasi tindakan medis.
6. Penyediaan Peralatan KBM: Dukungan pengadaan sarana belajar yang sesuai dengan standar industri kesehatan di lingkungan sekolah.
Pihak RSI Siti Aisyah Madiun menyambut positif inisiatif ini. Ditegaskan dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR yang mewakili manajemen rumah sakit, kolaborasi ini adalah bentuk kontribusi nyata rumah sakit dalam membina calon tenaga kesehatan masa depan.
“Kami tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga mendukung pembentukan karakter tenaga kesehatan yang memiliki akhlakul karimah. Keramahan, empati, dan etika adalah kunci utama dalam layanan caregiving,” ungkap Donna.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah berani SMK Muhammadiyah 3 Dolopo.
Sinergi antara amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang solid.
Dengan peresmian kerja sama ini, SMK Muhammadiyah 3 Dolopo semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif dan inovatif.
Jurusan Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving kini hadir sebagai pilihan unggulan bagi generasi muda di Madiun dan sekitarnya yang ingin berdedikasi di dunia kesehatan profesional. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments