Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMP Muhammadiyah 1 Blitar Bentengi Akidah Anak di Tengah Arus Digital

Iklan Landscape Smamda
SMP Muhammadiyah 1 Blitar Bentengi Akidah Anak di Tengah Arus Digital
Seminar parenting yang dilaksanakan oleh SMP Muhammadiyah 1 Blitar guna menguatkan akidah anak di era digital. ( Nur Aji/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tantangan mendidik anak di era layar (screen age) bukan lagi sekadar membatasi durasi penggunaan gadget. Lebih dalam dari itu, ada ancaman degradasi moral dan pengikisan nilai-nilai spiritual yang mengintai di balik algoritma media sosial.

Menyadari urgensi tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Blitar menggelar seminar parenting bertajuk “Menguatkan Pendidikan Akidah di Lingkungan Keluarga di Era Digital” pada Kamis (18/12/2025).

​Ruang kelas 7 SMP Muhammadiyah 1 Blitar yang biasanya riuh dengan aktivitas belajar siswa, pagi itu berubah fungsi menjadi aula pertemuan. Belasan wali murid dari kelas VII hingga IX tampak memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi.

Mereka hadir bukan sekadar untuk mengambil rapor atau mendengar evaluasi akademik, melainkan untuk mencari “kompas” dalam menavigasi pola asuh anak di tengah derasnya arus informasi digital.

​Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar, Siti Muhibbah S. Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pundak sekolah semata. Ada sinkronisasi yang harus dibangun antara nilai yang diajarkan di kelas dengan pembiasaan di rumah.

​”Sekolah adalah rumah kedua, namun rumah tetaplah sekolah yang pertama dan utama. Di era digital ini, anak-anak kita terpapar ribuan konten setiap hari yang belum tentu sejalan dengan akidah kita. Jika pondasi akidah di rumah tidak kokoh, maka pengaruh luar akan sangat mudah merobohkan karakter mereka,” ujar sang Kepala Sekolah di hadapan para wali murid.

Digital Parenting

​Puncak acara yang dinanti-nanti adalah pemaparan materi dari Futri Zakiya Darojat, S.Psi., seorang pakar keluarga dan psikolog yang dikenal vokal dalam isu-isu pola asuh Islami. Dengan gaya penyampaian yang renyah namun sarat makna, Futri membedah fenomena digital parenting dari sudut pandang psikologi dan agama.

​Membuka paparannya, Futri menyoroti bagaimana gadget telah menjadi orang tua ketiga bagi anak-anak zaman sekarang.

“Banyak orang tua merasa tenang saat anaknya diam di kamar dengan HP, padahal di sana anak bisa saja sedang ‘berkeliling dunia’ tanpa pengawasan. Masalahnya, apakah mereka punya filter untuk menyaring apa yang mereka lihat?” tanya Futri retoris.

​Menurut Futri, pendidikan akidah di era digital bukan berarti menjauhkan anak dari teknologi secara ekstrem, melainkan memberikan “imunisasi” spiritual. Beliau memaparkan tiga poin kunci yang harus dilakukan orang tua:

​Membangun Kedekatan Emosional (Bonding): Akidah akan sulit ditanamkan jika hubungan antara orang tua dan anak renggang. Anak yang merasa dicintai di rumah tidak akan mencari validasi semu di media sosial.

​Keteladanan Digital (Digital Role Model): Orang tua tidak bisa melarang anak bermain HP jika mereka sendiri tidak lepas dari layar saat berada di meja makan. Akidah diajarkan lewat perilaku, termasuk bagaimana orang tua menjaga lisan dan jempol di dunia maya.

​Dialog Menalar Iman: Di era digital yang kritis, anak tidak cukup hanya diberi tahu “ini dilarang”. Mereka butuh penjelasan logis mengapa akidah itu penting. Orang tua harus menjadi teman diskusi yang asyik bagi anak.

​”Jangan sampai kita kehilangan anak-anak kita di dalam rumah kita sendiri. Akidah adalah jangkar. Tanpa jangkar yang kuat, kapal masa depan anak-anak kita akan terombang-ambing oleh gelombang tren dan ideologi yang merusak di internet,” pesan Futri dengan nada serius namun persuasif.

​​Salah satu wali murid kelas 8, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini.

“Selama ini saya hanya fokus pada nilai akademik anak saya. Seminar ini membuka mata saya bahwa ada yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana memastikan iman anak saya tetap terjaga meskipun dia sangat aktif di media sosial,” tuturnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu