Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Solidaritas Palestina Jadi Pesan Utama Kultum Ramadan Masjid Al Mahdi Tulangan

Iklan Landscape Smamda
Solidaritas Palestina Jadi Pesan Utama Kultum Ramadan Masjid Al Mahdi Tulangan
Dr. Nyong Eka Teguh Iman Santosa menyampaikan tausiyah di Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Ahad (1/3/2026). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Isu kemanusiaan global, khususnya tragedi yang menimpa rakyat Palestina, menjadi sorotan utama dalam kultum Ramadan yang disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Dr. Nyong Eka Teguh Iman Santosa, M.Fil, di Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Ahad (1/3/2026).

Dalam ceramah bertema “Jalan Kebaikan”, Ustaz Nyong Eka tidak sekadar mengajak jamaah memperbanyak ibadah personal, tetapi juga menekankan pentingnya kesadaran sosial dan solidaritas kemanusiaan sebagai bagian dari nilai keislaman.

Mengawali tausiyahnya, dia mengajak jamaah mensyukuri kondisi Indonesia yang relatif aman dan tenteram.

Menurutnya, situasi tersebut kontras dengan kondisi yang dialami umat Islam di sejumlah kawasan Timur Tengah, seperti Iran dan Palestina, yang masih dilanda konflik berkepanjangan.

“Di saat kita bisa beribadah dengan tenang, ada saudara-saudara kita yang menghadapi peperangan dan penjajahan. Maka rasa syukur itu harus diwujudkan dalam kepedulian,” ujarnya.

Ustaz Nyong Eka juga menyinggung kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khomeini, yang menurutnya patut disikapi dengan empati sebagai sesama Muslim.

Terlepas dari latar belakang politik dan mazhab, dia menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah.

Tafsir Kontekstual “Jalan yang Mendaki”

Menguatkan pesannya, Ustaz Nyong Eka mengutip Al-Qur’an Surat Al-Balad ayat 12–13 tentang “jalan yang mendaki dan sukar”, yang pada masa Nabi dimaknai sebagai upaya membebaskan budak.

Dia lalu menjelaskan, meskipun praktik perbudakan fisik sudah tidak ada, nilai pembebasan tetap relevan dalam konteks kekinian.

“Perbudakan hari ini bisa berbentuk penindasan, penjajahan, atau ketidakadilan struktural. Dalam skala bangsa, kita melihat bagaimana rakyat Palestina masih hidup dalam bayang-bayang penjajahan,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurut Ustaz Nyong Eka, pesan pembebasan dalam Islam bukan hanya simbolik, melainkan panggilan moral untuk membela nilai kemanusiaan dan keadilan.

Optimisme Pembebasan Al-Aqsa

Di akhir kultum, Ustaz Nyong Eka membacakan Surah Al-Isra’ ayat 5 yang menegaskan janji Allah tentang datangnya pertolongan bagi kaum yang tertindas. Ayat tersebut, menurutnya, memberi harapan bahwa Masjidil Aqsa akan kembali terbebas.

“Ini adalah janji Allah. Tugas kita adalah menjaga keyakinan dan mengambil peran sesuai kemampuan,” ujarnya.

Ustaz Nyong Eka menekankan bahwa peran tersebut dapat diwujudkan melalui doa, dukungan moral, kepedulian sosial, hingga kontribusi nyata dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan.

Melalui tema “Jalan Kebaikan”, Ustaz Nyong Eka mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah individual, tetapi juga penguatan kepekaan sosial, termasuk kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa yang tertindas.

“Jalan kebaikan itu sering kali mendaki dan tidak mudah. Tetapi justru di situlah letak kemuliaannya,” tandasnya.

Ceramah tersebut disambut antusias jamaah yang memenuhi masjid. Namun lebih dari sekadar kegiatan ibadah rutin, pesan yang mengemuka adalah dorongan untuk menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi atas tanggung jawab umat terhadap persoalan kemanusiaan global. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu